Tiyo Ardianto Diteror Terus

Jakarta, Maret.id — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025, Tiyo Ardianto, mengungkapkan bahwa ia mengalami serangkaian teror. Situasi ini semakin memprihatinkan setelah Tiyo menemukan alat sadap yang terpasang di bawah mobilnya saat dalam perjalanan menuju Bandara Ahmad Yani Semarang untuk keberangkatan ke Makassar.
Penemuan Alat Sadap
Tiyo awalnya mendapatkan informasi tentang alat sadap ini melalui notifikasi yang masuk ke ponselnya. Menurut keterangannya, sebelumnya ia telah menemukan alat berbentuk kotak yang diamankan, namun kali ini ia menemukan alat berbentuk lingkaran pipih yang terpasang di ban belakang kanan mobilnya. Ia membagikan penemuan ini melalui media sosial untuk mengingatkan masyarakat akan ancaman yang dihadapinya.
Dalam unggahannya di Instagram, Tiyo menulis, “Teman-teman, sesudah alat berbentuk kotak yang semalam saya temukan itu diamankan, sore ini muncul lagi notifikasi di ponsel saya.” Ia menjelaskan bahwa penemuan alat sadap terjadi saat ia berangkat menuju bandara, yang menunjukkan bahwa ia selalu berada dalam pengawasan.
Kesiapan Menanggapi Teror
Meskipun teror yang diterimanya terus berlanjut, Tiyo menunjukkan sikap yang berani dan optimis. Ia menegaskan, “Kita tidak akan berhenti di sini. Semakin diteror, semakin gacor.” Hal ini menunjukkan kebulatannya untuk terus berjuang dan melanjutkan perjuangannya sebagai aktivis mahasiswa, meski dihadapkan pada berbagai ancaman.
Kejadian ini dimulai setelah aksi demonstrasi mahasiswa di Gejayan, yang berlangsung pada tanggal 13 Juni 2026. Tiyo mengklaim bahwa teror tersebut berkaitan dengan kegiatannya dalam aksi tersebut. Ia pun menyatakan, akan mencatat keterangan yang lebih lengkap mengenai situasi ini setelah tiba di Makassar.
Respons dan Sikap Terhadap Ancaman
Dukungan untuk Tiyo juga muncul dari berbagai kalangan, termasuk teman-teman sesama mahasiswa. Sikapnya yang tak gentar menjadi simbol semangat perjuangan generasi muda dalam memperjuangkan keadilan. Menanggapi teror yang terus terjadi, banyak yang bersolidaritas dengan Tiyo, menegaskan bahwa upaya untuk membungkam suara aktivis tidak akan berhasil.
Dalam situasi ini, penegakan hukum yang tegas dan perlindungan terhadap aktivis menjadi hal yang sangat penting. Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus teror terhadap aktivis mahasiswa di Indonesia, tentunya perlu adanya perhatian dari pihak berwenang untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif bagi semua elemen masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan.
Perjuangan Tiyo Ardianto adalah refleksi dari dinamika gerakan mahasiswa yang terus berjuang, meski harus berhadapan dengan berbagai tantangan dan ancaman. Diharapkan, kasus ini dapat memicu dialog yang lebih luas tentang perlunya perlindungan bagi aktivis mahasiswa serta pentingnya kebebasan berekspresi di Indonesia.





