Nasional

Dolar Menguat, Harga Minyak Goreng Melonjak, Minyakita Semakin Langka!

Jakarta, Maret.id — Harga minyak goreng bermerek Sania untuk kemasan 2 liter mengalami kenaikan yang signifikan, kini dibanderol di kisaran Rp 45.000, naik dari harga sebelumnya yang sekitar Rp 40.000. Penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS menjadi salah satu faktor yang memengaruhi lonjakan harga bahan pokok ini.

Kenaikan harga minyak goreng yang terpantau di pasar Parung, Bogor ini disampaikan oleh Ian, seorang pedagang sembako. Ia menyebutkan bahwa harga minyak goreng premium juga ikut naik, bahkan ada yang mencapai Rp 40.000 ke atas. “Kalau untuk Sania ini sudah sampai Rp 45.000,” ujar Ian pada hari Senin, 15 Juni 2026.

Stok Minyak Goreng Terbilang Melimpah

Meskipun harga mengalami kenaikan, Ian menambahkan bahwa stok minyak goreng di pasaran saat ini masih melimpah. Masalah yang dihadapi justru terletak pada komoditas minyak goreng rakyat, yaitu Minyakita, yang sulit didapatkan. “Masih melimpah (stok minyak goreng). Kalau yang langka memang Minyakita, sekarang saya susah mendapatkan barangnya,” tandasnya.

Masyarakat pun tetap lebih memilih untuk membeli minyak goreng kemasan dibanding minyak goreng curah, meskipun harga meningkat. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran terhadap kualitas minyak goreng curah yang dinilai masih kurang memadai. “Nggak ada yang sampai pindah ke minyak goreng curah, paling-paling beli yang seliter, atau langsung beli yang 2 liter lebih untuk stok,” tambah Ian.

Intervensi Pangan dari Pemerintah

Merespons situasi ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog telah memulai berbagai upaya untuk mendorong distribusi bantuan pangan. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan harga pangan pokok strategis. Menurut Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti, Ketut Astawa, salah satu strategi yang diterapkan adalah meningkatkan pasokan Minyakita untuk masyarakat, terutama melalui pasar rakyat.

Dia juga menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya harga bahan pokok, guna memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat. “Kami berusaha untuk menyediakan pasokan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat,” jelasnya.

Dampak Terhadap Masyarakat

Kenaikan harga minyak goreng tentunya tidak hanya berdampak pada pengeluaran rumah tangga, tetapi juga mempengaruhi pola konsumsi masyarakat. Menurut Ian, keputusan masyarakat untuk tetap membeli minyak goreng dalam kemasan adalah langkah preventif untuk memastikan kualitas produk yang mereka konsumsi.

Sementara itu, pemerintah dan instansi terkait terus berupaya untuk menemukan solusi jangka panjang agar ketersediaan dan harga minyak goreng dapat stabil. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tidak hanya terbebani dengan harga yang fluktuatif, tetapi juga mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan pokok sehari-hari.

Akhirnya, berbagai inisiatif dalam distribusi pangan ini diharapkan mampu meredakan keresahan masyarakat terkait kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, di masa-masa yang menantang ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button