Satu Abad Muhammadiyah: 268 Kader Muallimin Resmi Dilantik

Yogyakarta, Maret.id — Sebanyak 268 kader tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta resmi dilepas dalam Haflah Takharruj Angkatan 100 yang digelar di Walidah Dahlan Convention Hall UNISA Yogyakarta pada Minggu, 10 Mei 2026. Pelepasan angkatan satu abad ini menjadi penanda perjalanan panjang kaderisasi Mu’allimin sebagai sekolah kader persyarikatan yang melahirkan banyak tokoh bangsa dan umat.
Prosesi Pelepasan dan Kehadiran Pimpinan
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan simbolisme peluncuran para kader yang disebut ‘anak panah Muhammadiyah’, langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Acara dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir; jajaran pimpinan PP Muhammadiyah, antara lain Prof. Irwan Akib, dr. Agus Taufiqurrahman, dan Sekretaris PP Muhammad Sayuti; serta Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Fajar Riza Ul Haq.
Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Mhd. Lailan Arqam, menyampaikan kebanggaannya atas capaian Angkatan 100 yang dinilai sebagai salah satu generasi terbaik dalam bidang akademik, kaderisasi, dan prestasi internasional. Menurutnya, pelepasan ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan peneguhan amanah untuk meneruskan dakwah, keilmuan, dan pengabdian di masyarakat.
Prestasi Akademik dan Non-Akademik Angkatan 100
Angkatan 100 mencatat sejumlah capaian strategis. Sebanyak 44 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), setara sekitar 41 persen dari peserta eligible. Enam alumnus berhasil lolos ke universitas yang masuk jajaran 50 besar dunia di negara seperti Australia, Kanada, Singapura, dan Malaysia. Prestasi lain meliputi perolehan nilai Cambridge IGCSE dengan predikat A*, skor IELTS hingga 7,5, serta total 369 kejuaraan dari tingkat kabupaten hingga internasional di ranah akademik dan non-akademik.
Mu’allimin juga mencatat jumlah kelulusan terbanyak dengan total 268 siswa pada angkatan ini, sementara 17 alumni sedang dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir.
Pesan Pemimpin dan Tantangan Masa Depan
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, menekankan posisi strategis Mu’allimin dalam menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, berilmu, dan berkomitmen pada nilai keislaman serta kebangsaan. Ia menyatakan Angkatan 100 membawa tanggung jawab sejarah untuk menjaga marwah kader Muhammadiyah di tengah percepatan perubahan zaman.
Dalam pidato kebangsaan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan alumni agar terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan cepat beradaptasi. Ia juga mendorong mereka menghayati enam pesan moral dari Ahmad Syafii Maarif yang meliputi kesiapan diri, lapang dada, kendali emosi, ketekunan, menghadapi masyarakat dengan kepala tegak, dan menyampaikan Islam dengan bahasa hati. Menurut Fajar, pesan-pesan tersebut relevan untuk menghadapi tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang dinamis.
Haflah Takharruj Angkatan 100 menjadi refleksi perjalanan satu abad Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dalam menyiapkan kader umat dan bangsa. Dengan pelepasan ini, Mu’allimin menegaskan komitmennya melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, dan siap menjawab tantangan global dengan semangat Islam berkemajuan.





