EKRAF MENJADI KUNCI PEMULIHAN PASCABENCANA! Kemenekraf SIAPKAN Rp88,44 Miliar!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Indonesia mengusulkan anggaran sebesar Rp88,44 miliar untuk program pemulihan ekonomi pascabencana. Usulan ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI pada tanggal 15 Juni 2026.
Status Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah-wilayah yang terdampak bencana, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurut Riefky, sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk merangsang aktivitas ekonomi masyarakat dalam waktu singkat dan berkelanjutan.
Dia menjelaskan, “Kami sudah menerima surat dari Kementerian Sekretariat Negara yang menyatakan alokasi dana rehabilitasi dan rekonstruksi untuk Kemenekraf.” Total pagu anggaran yang diusulkan untuk Kemenekraf adalah Rp77,5 miliar pada tahun 2026, Rp88,4 miliar pada tahun 2027, dan Rp132,7 miliar pada tahun 2028.
Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat
Program ini tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek, namun juga difokuskan pada penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif di daerah. Riefky berharap bahwa pendekatan ini dapat menciptakan peluang usaha baru dan sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat terhadap risiko bencana di masa mendatang.
Sebagai bagian dari rencana ini, Kemenekraf berencana menyelenggarakan berbagai pelatihan, termasuk pelatihan kriya batik lokal, sulam, anyam, serta workshop tentang desain kemasan. Pelatihan memasak dan menjahit juga menjadi bagian dari program ini.
Apresiasi dari DPR RI
Rencana ini mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI, terutama dari Wakil Ketua Komisi VII, Rahayu Saraswati. Ia mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi program untuk pascabencana alam ini yang sangat spesifik dan detail.” Komisi VII menjelaskan bahwa pelatihan-pelatihan yang diusulkan merupakan langkah yang tepat dalam mendukung masyarakat.
Dengan dukungan yang sifatnya lebih dari sekadar mendesak, serta penekanan pada pengembangan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, Kemenekraf berharap agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi bencana di masa yang akan datang. Melalui langkah-langkah ini, pemerintah berupaya untuk memastikan bahwa pemulihan masyarakat berjalan semestinya dan sektor ekonomi kreatif bisa berkontribusi secara optimal dalam pembangunan pascabencana.



