Nasional

INVESTOR AS DOMINASI PEMBELIAN OBLIGASI GLOBAL!

Jakarta, Maret.id — Tingginya minat investor global terhadap obligasi internasional yang diterbitkan oleh Danantara Indonesia mendapat perhatian luas. Dalam penerbitan obligasi senilai 1,5 miliar dolar AS, investor dari Amerika Serikat menjadi pembeli terbesar.

Pertumbuhan Kepercayaan Investor

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa sebelumnya Danantara menargetkan penghimpunan dana sebesar 1 miliar dolar AS. Namun, permintaan dari para investor mencapai 4,6 miliar dolar AS, lebih dari empat kali lipat dari target awal.

“Responsnya positif. Dari rencana 1 miliar dolar yang ingin kami capai, bookbuilding yang masuk kurang lebih 4,6 miliar dolar,” ungkap Rosan dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, pada 15 Juni 2026. Melihat tingginya minat tersebut, Danantara pun memutuskan untuk meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi 1,5 miliar dolar AS.

Detail Penerbitan Obligasi

Obligasi ini terbagi menjadi dua seri, yakni tenor lima tahun dan sepuluh tahun. Obligasi tenor lima tahun diterbitkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sementara obligasi tenor sepuluh tahun menawarkan imbal hasil sebesar 5,95 persen. Rosan menekankan bahwa tingginya permintaan mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Dana hasil penerbitan obligasi dijadwalkan masuk ke rekening Danantara pada 18 Juni 2026. Data dari Danantara menunjukkan bahwa investor Amerika Serikat menyerap 38 persen obligasi tenor lima tahun. Sementara itu, investor dari Eropa dan Timur Tengah menyumbang 41 persen, dengan Asia berkontribusi 21 persen.

Perbandingan dengan Penerbitan Sebelumnya

Dominasinya investor Amerika Serikat pada obligasi tenor sepuluh tahun bahkan lebih signifikan, mencapai 52 persen. Kontribusi dari Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen, sementara Asia hanya menyumbang 17 persen. Komposisi ini berbeda dari biasanya, di mana penerbitan obligasi Indonesia umumnya didominasi oleh investor Asia.

“Boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia peminatnya kebanyakan dari Asia. Tapi kali ini justru peminat dan pembeli terbesarnya berasal dari Amerika Serikat,” tutur Rosan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menerima laporan mengenai hasil kunjungan kerja Rosan ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Laporan tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, tercermin dari tingginya minat investasi pada berbagai sektor strategis nasional.

Dengan perkembangan ini, semakin jelas bahwa ekonomi Indonesia memiliki potensi yang besar di mata investor global, sehingga dapat mendorong investasi lebih lanjut yang berkelanjutan di berbagai sektor.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button