Nasional

Wamenkop Desak Koperasi Pesantren Masuk Rantai Pasok Ekonomi Nasional!

Jakarta, Maret.id — Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mendorong koperasi yang berbasis di pesantren untuk tidak hanya berfungsi sebagai penopang kebutuhan internal, tetapi juga agar terintegrasi dalam rantai pasok ekonomi nasional. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah dalam kunjungannya di Pontianak, Kalimantan Barat, pada Selasa, 16 Juni 2026.

Mendorong Profesionalisme Koperasi Pesantren

Farida Farichah menegaskan bahwa dengan jaringan pesantren yang luas, koperasi memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Hal ini mencakup berbagai sektor, mulai dari pangan hingga jasa keuangan. Dia menekankan perlunya profesionalisasi dalam pengelolaan koperasi pesantren agar dapat berkontribusi lebih signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

“Saat ini, kekuatan pesantren lebih banyak berfokus pada pendidikan dan sosial. Namun, jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat jika dikelola secara profesional,” ungkap Farida. Di masa lalu, pesantren dikenal kuat dalam jaringan sosial dan pendidikan, tetapi saatnya untuk memanfaatkan kekuatan tersebut dalam bidang ekonomi.

Target Kemandirian Ekonomi Pesantren

Wakil Menteri Koperasi menargetkan agar setiap pondok pesantren memiliki koperasi yang dapat berfungsi secara mandiri. Dia menyatakan bahwa konektivitas antar koperasi pesantren akan menciptakan rantai pasok nasional yang lebih solid dan berbasis pada ekonomi rakyat. Ini diharapkan dapat memperkuat posisi ekonomi masyarakat.

“Kita ingin koperasi-koperasi pesantren saling terkoneksi, mulai dari sektor pangan, hingga jasa keuangan. Jika semua ini terbangun, dampaknya akan sangat besar dalam menguatkan ekonomi kerakyatan,” tambahnya. Dalam era digital ini, dia juga mengharapkan adanya inovasi yang mampu menghubungkan berbagai koperasi pesantren di seluruh Indonesia.

Pesantren sebagai Pilar Ekonomi Rakyat

Farida optimis bahwa dengan profesionalisasi tata kelola, koperasi pesantren akan menjadi fondasi penting dalam mencapai kemandirian ekonomi. Hal ini juga sekaligus membuka peluang bagi pesantren untuk membuat sumbangsih yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

“Pesantren yang mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pihak lain adalah langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa secara keseluruhan,” ucap Farida.

Langkah ini diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih baik antara pesantren dan masyarakat di sekitarnya, menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, dan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Upaya ini menjadi sangat penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Dengan berbagai inisiatif ini, Kementerian Koperasi optimis bahwa koperasi pesantren dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi rakyat dan berperan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button