Nasional

BNPB WARN: Gempa Sigi Telan Satu Korban Jiwa, Lebih dari 5.700 Warga Terdampak!

Jakarta, Maret.id — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah menyebabkan dampak yang signifikan terhadap masyarakat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat satu orang meninggal dunia dan ribuan warga masih terdampak bencana ini hingga sehari setelah kejadian.

Korban dan Dampak yang Dihasilkan

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa korban jiwa yang tercatat berasal dari Kabupaten Sigi. Daerah ini menjadi lokasi yang paling parah terkena dampak gempa.

“Dari 33 desa terdampak ini, kami telah melakukan rekapitulasi data korban. Saat ini terdata satu orang meninggal di Kabupaten Sigi,” jelas Abdul Muhari dalam konferensi pers yang digelar oleh BNPB pada Selasa, 17 Juni 2026.

Selain adanya korban jiwa, BNPB mencatat bahwa sebanyak 1.834 kepala keluarga, atau sekitar 5.784 jiwa, terkena dampak dari bencana ini. Banyak di antara mereka yang memilih untuk bertahan di luar rumah karena khawatir akan adanya gempa susulan yang masih terjadi.

Kerusakan Infrastruktur dan Bangunan

Dari data yang berhasil dihimpun, terdapat 73 warga yang mengalami luka ringan, sementara tiga orang lainnya terluka berat akibat runtuhnya bangunan saat gempa. Kerusakan infrastruktur juga cukup signifikan, dengan 1.074 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat di Kabupaten Sigi.

Selain rumah warga, fasilitas umum dan tempat ibadah juga terkena dampak. BNPB mencatat bahwa terdapat 33 fasilitas ibadah yang mengalami kerusakan, mulai dari retakan hingga kerusakan struktural yang serius.

“Fasilitas ibadah yang terdampak sebagian besar mengalami kerusakan pada dinding dan struktur bangunan,” tambah Abdul Muhari menekankan perlunya perbaikan segera.

Upaya Penanganan dan Bantuan

Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Sigi telah mengaktifkan posko darurat dan dua pos lapangan. BNPB juga telah mengirimkan tim reaksi cepat yang bertugas di lokasi bencana untuk membantu pendataan dan penanganan darurat.

Bantuan awal yang telah dikirimkan mencakup tenda multifungsi, tenda keluarga, sembako, matras, selimut, hingga kasur lipat. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum dapat dihuni.

BNPB menjamin bahwa pemerintah akan memberikan dukungan perbaikan rumah bagi warga yang terdampak. Skema perbaikan rumah tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

“Sebagai contoh, bantuan untuk perbaikan rumah rusak ringan sebesar 15 juta, rusak sedang 30 juta, dan rusak berat 60 juta, bahkan untuk rumah yang perlu dibangun ulang,” ujarnya.

Meski penanganan darurat dinilai terkendali, BNPB tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga juga dihimbau untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan hingga dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button