Istana Beberkan Alasan Prabowo Absen di KTT Rusia

Jakarta, Maret.id — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah membatalkan kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) oleh Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) yang berlangsung di Kazan, Rusia, pada tanggal 17-18 Juni 2026. Keputusan ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, yang menyatakan bahwa presiden ingin fokus menyelesaikan isu-isu dalam negeri.
Fokus Pada Masalah Dalam Negeri
Prasetyo Hadi menjelaskan, keputusan presiden untuk tidak menghadiri KTT tersebut didasari oleh hasrat untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di tanah air. “Beliau memiliki pertimbangan tersendiri dan ingin fokus pada hal-hal yang perlu diselesaikan di dalam negeri,” ujarnya di Hambalang, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.
Menteri Sekretaris Negara juga menekankan bahwa meskipun Presiden Prabowo tidak hadir, banyak hal telah didiskusikan dalam pertemuan sebelumnya dengan para pemimpin ASEAN. “Beliau sudah berbicara dengan pemimpin tinggi di negara-negara ASEAN, khususnya saat pertemuan di Filipina yang lalu,” imbuhnya.
Pemimpin ASEAN Bertemu di Kazan
Sementara itu, kehadiran Indonesia dalam KTT tersebut diwakili oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono, yang telah tiba di Kazan menjelang pelaksanaan konferensi. Menurut informasi yang ditulis oleh TASS, konferensi ini merupakan peringatan 35 tahun hubungan diplomatik antara Rusia dan ASEAN.
Undangan untuk KTT ini telah dikirim kepada 14 delegasi dari negara anggota dan mitra ASEAN. Diperkirakan lebih dari 8.000 tamu akan hadir dalam perhelatan penting tersebut. Selain itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan beberapa pemimpin negara, termasuk Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.
Komitmen Kerjasama Bilateral
Prasetyo Hadi juga mencatat bahwa telah ada komitmen kerjasama yang dibahas selama pertemuannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. “Banyak hal telah dibicarakan, dan beberapa komitmen kerjasama sudah mulai ditindaklanjuti secara teknis,” ungkapnya.
Kehadiran Menteri Luar Negeri di KTT ini diharapkan dapat memastikan partisipasi aktif Indonesia dalam diskusi-diskusi penting di tingkat regional. Pembatalan kehadiran Presiden Prabowo pun menjadi perhatian tersendiri mengingat pentingnya hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara lain, terutama dalam konteks ASEAN.
Dengan latar belakang komitmen yang terus berkembang dalam kerjasama antar negara ASEAN, keputusan untuk mengutamakan fokus pada dalam negeri diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai isu yang dihadapi, serta menjaga stabilitas dan kemajuan di Indonesia.





