ANGGARAN MBG 2027 DIKAJI ULANG: BGN TEGASKAN USULAN TERLALU BESAR!

Jakarta, Maret.id — Badan Gizi Nasional (BGN) sedang melakukan kajian ulang terhadap anggaran program Makanan Berbasis Gizi (MBG) untuk tahun 2027. Proses evaluasi dilakukan dalam kerjasama dengan Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan riil program.
Usulan Anggaran yang Besar
Sebelumnya, terdapat usulan anggaran mencapai Rp270 triliun yang disusun berdasarkan asumsi penerima manfaat sekitar 81 juta orang. Agustina Arumsari, Jumir sekaligus Wakil Kepala BGN, mengungkapkan bahwa angka tersebut dinilai terlalu besar.
“Angka Rp270 triliun untuk 2027, yang sudah disusun dengan asumsi penerima manfaat 81 juta, kami anggap masih terlalu besar,” ungkap Agustina dalam konferensi pers di Gedung Badan Gizi Nasional, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026. Hal ini mendorong BGN untuk mengadakan pembahasan ulang demi mendapatkan angka yang lebih tepat.
Langkah-Langkah Efisiensi
Dalam rangka merumuskan anggaran yang lebih realistis, BGN akan melakukan pembahasan lebih lanjut dalam beberapa minggu ke depan. Hasil dari pembahasan ini akan menjadi dasar penyusunan pagu anggaran definitif.
“Kami diberi waktu satu bulan untuk menyusun ulang. Membahas ini akan berlangsung minggu depan dan seterusnya,” lanjut Agustina. Ia menegaskan bahwa efisiensi menjadi perhatian utama dalam proses penyusunan anggaran.
Sebagai bagian dari upaya ini, BGN akan menyesuaikan insentif dan sasaran penerima manfaat program. “Kalau bisa lebih efisien tentu akan kami lakukan. Semua harus berbasis data yang valid,” tandasnya.
Fokus pada Efektivitas Program
BGN berkomitmen untuk menyusun anggaran yang lebih tepat guna tanpa mengurangi efektivitas program MBG. Penajaman data dan evaluasi terus dilakukan untuk memastikan program ini dapat berjalan optimal.
“Misi kami adalah memastikan bahwa program ini dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan tanpa mengorbankan kualitas dan efektivitas,” jelas Agustina.
Dengan langkah-langkah efisiensi yang diterapkan, diharapkan program MBG bisa berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Keberhasilan ini sangat bergantung pada validitas data dan penyesuaian yang tepat dalam anggaran yang disusun.



