Nasional

BAZNAS Buka Layanan Kesehatan Gratis untuk 171 Korban Pascagempa Parigi Moutong!

Jakarta, Maret.id — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Parigi Moutong pada Rabu, 17 Juni 2026, mengadakan layanan kesehatan gratis pascabencana gempa bumi. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Bupati Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dengan menggandeng Dinas Kesehatan setempat.

Aksi Tanggap Darurat Kesehatan

Tim medis yang terlibat dalam layanan ini, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga pendukung, berhasil melayani 171 warga yang terdampak bencana. Mayoritas pengungsi mengeluhkan penyakit seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hiperkolesterol, hipertensi, dan diabetes.

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS, H. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memulihkan kondisi fisik para korban. “Melalui program respons cepat ini, BAZNAS memfasilitasi pemeriksaan medis dan pengobatan tanpa biaya,” ujarnya.

Pentingnya Edukasi Kesehatan Pascabencana

Idy menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pada kelompok lanjut usia dan penderita penyakit penyerta. Kegiatan layanan luar ruang ini dipandang sebagai wujud nyata penyaluran dana zakat dari para muzaki melalui BAZNAS, yang dialokasikan untuk program kesehatan darurat bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.

“Kami berharap melalui aksi ini dapat mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengontrol kesehatan, terutama bagi kelompok lansia dan warga yang memiliki komorbid, guna meminimalisir risiko komplikasi pascabencana,” pungkas Idy.

Perluasan Layanan Kesehatan BAZNAS

Hingga saat ini, BAZNAS telah memiliki 38 Rumah Sehat yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, dengan beberapa dalam proses pembangunan. Dua di antaranya merupakan layanan kesehatan bergerak berupa kapal di Kabupaten Talaud dan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Inisiatif seperti ini diharapkan terus berlanjut untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana dan meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan pengungsi. Kegiatan serupa akan terus diadakan untuk memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button