Menko Muhaimin Tekankan Segera Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatera!

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengungkapkan bahwa pemulihan masyarakat pascabencana merupakan fokus utama dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi di Sumatera. Langkah ini diambil sebagai usaha untuk mempercepat pemulihan kehidupan warga yang terdampak serta mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi.
Pemberdayaan Masyarakat dan Infrastruktur
Dalam pernyataannya, Muhaimin menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur. Langkah pemulihan juga mencakup upaya untuk memastikan kehidupan masyarakat yang terdampak dapat kembali berjalan dengan baik. “Rehabilitasi dan rekonstruksi harus mencakup pembangunan kembali infrastruktur yang rusak, serta memastikan masyarakat dapat kembali bekerja dan memperoleh penghidupan yang layak,” ungkapnya dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026.
Muhaimin menambahkan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat harus sejalan dengan pembangunan fisik. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa semua upaya pemulihan tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada dukungan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana.
Kemajuan Penanganan Pascabencana
Pemerintah juga mencatat bahwa penanganan pascabencana di tiga provinsi menunjukkan kemajuan signifikan. Hasil evaluasi terbaru menunjukkan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), gas LPG, internet, listrik, serta layanan Starlink di daerah terisolasi telah kembali pulih. Hal ini menjadi indikator positif terhadap upaya pemulihan yang dilakukan.
“Pemulihan ekonomi masyarakat terus berjalan. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan, termasuk warung, kedai, restoran, dan kafe yang perlahan kembali beroperasi. Lebih dari 170 ribu rumah yang terdampak juga telah menerima bantuan, dan pembangunan hunian sementara hampir seluruhnya telah selesai,” jelas Muhaimin.
Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi
Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pemerintah juga mempercepat penyediaan air bersih dan sanitasi. Ini dilakukan melalui pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) dan sumur bor di wilayah yang terdampak. Dari total 137 sungai yang terpengaruh, 33 di antaranya telah ditangani, sementara 104 sungai dan 38 muara lainnya masih dalam proses penanganan.
Muhaimin menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pengajuan dan pencairan anggaran serta memperkuat pengawasan program lintas kementerian dan lembaga. “Koordinasi yang baik sangat penting untuk memastikan pemulihan pascabencana berjalan secara efektif, terarah, dan tepat sasaran di seluruh wilayah.”
Dengan serangkaian langkah tersebut, diharapkan kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat pulih dengan cepat, serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali normal. Melalui komitmen bersama, pemulihan pascabencana di Sumatera diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi semua pihak yang terlibat.



