MENKOMDIGI PERINGATKAN: KONEKTIVITAS INKLUSIF ADALAH KUNCI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI DIGITAL!

Jakarta, Maret.id — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengingatkan pentingnya konektivitas yang inklusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Dalam pidatonya di acara Asia Economic Summit yang diadakan oleh Tech in Asia, ia menekankan bahwa tantangan terbesar dalam mewujudkan ekonomi digital yang inklusif adalah menghubungkan seluruh sistem ekonomi.
Pentingnya Konektivitas Dalam Ekonomi Digital
Meutya Hafid menjelaskan bahwa sekadar menjadi pasar besar tidak cukup bagi Indonesia, yang kini menjadi ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN. Ia berpendapat bahwa Indonesia harus bertransformasi dari menjadi pasar konsumen menjadi pencipta yang aktif dalam lanskap ekonomi digital global.
“Menghubungkan masyarakat adalah tugas yang relatif lebih mudah. Tantangan yang lebih besar dan berharga adalah menghubungkan seluruh sistem kita dan mengubah pertumbuhan tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Meutya, dalam keterangan pers di Jakarta pada Jumat, 19 Juni 2026.
Peluang Ekonomi Digital Indonesia
Menkomdigi mencatat bahwa potensi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD 100 miliar, menjadikannya terbesar di ASEAN. Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia telah meraih status tersebut, tantangan tetap ada. Besarnya angka tidak otomatis mencerminkan kekuatan yang sesungguhnya.
“Indonesia telah menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN dengan nilai sekitar USD 100 miliar, hampir sepertiga dari total kawasan. Namun, kita harus berusaha untuk tidak hanya memanfaatkan potensi ini, tetapi juga untuk membentuk ekonomi digital global,” tambahnya.
Transformasi Menuju Ekonomi Digital Global
Meutya Hafid juga menegaskan bahwa pertumbuhan digital yang inklusif harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal ini penting demi memperkuat ekonomi nasional dan menjadikan Indonesia sebagai pelaku utama di pasar digital global.
“Ini adalah fase baru di mana Asia Tenggara harus berperan aktif dalam membentuk ekonomi digital dunia, bukan hanya menjadi pasar,” tegasnya.
Dengan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas dan inklusivitas, diharapkan Indonesia dapat mencapai posisi yang lebih tinggi dalam ekosistem ekonomi digital global.



