Dody Hanggono: Pembangunan Infrastruktur Harus Akuntabel!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia harus dilaksanakan secara akuntabel, berkualitas, dan tepat sasaran. Hal ini disampaikan saat peluncuran buku berjudul “Menjawab Mandat: Pembangunan Infrastruktur Kementerian PU” yang menjadi bentuk pertanggungjawaban terhadap pelaksanaan pembangunan selama 500 hari pertama pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Pertanggungjawaban kepada Publik
Dody Hanggodo menjelaskan bahwa buku ini tidak hanya sebagai dokumentasi, tetapi juga sebagai pertanggungjawaban kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat. “Ini adalah wujud akuntabilitas kami dalam menjalankan pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan dalam kurun waktu tersebut,” ungkap Dody di Auditorium Kementerian PU, Jakarta Selatan, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Pihaknya menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Ia menegaskan pentingnya menjaga kualitas hasil kerja konstruksi dan memastikan bahwa progres tetap sesuai dengan rencana. “Jika memungkinkan, kita akan mempercepat proses pembangunan,” tambahnya.
Keterlibatan Berbagai Pihak
Dody juga menyoroti bahwa kolaborasi antara Kementerian PU, DPR, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memastikan bahwa pembangunan berjalan dengan optimal. Kerja sama ini sangat diperlukan agar semua pihak dapat bersinergi demi mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Buku “Menjawab Mandat” juga merekam berbagai program prioritas Kementerian PU. Program-program tersebut mencakup pembangunan irigasi untuk mendukung swasembada pangan serta penguatan infrastruktur sumber daya air untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Dengan langkah ini, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
Program Strategis untuk Masa Depan
Selain program-program tersebut, Dody menjelaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah berupaya bukan hanya membangun fisik infrastruktur, tetapi juga menciptakan infrastruktur sosial yang mendukung pendidikan.
Dalam sambutannya, Dody menekankan pentingnya dokumentasi ini agar bisa menjadi referensi bagi generasi mendatang serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. “Kami berharap buku ini bisa jadi acuan bagi siapa saja yang peduli terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tutupnya.
Dengan peluncuran buku ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian PU dalam mewujudkan visi pembangunan infrastruktur yang terpadu dan berkualitas, kapan pun dibutuhkan.



