Mentan Tegaskan Indonesia Akan Capai Swasembada Pangan Dalam Setahun!

Jakarta, Maret.id — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, sebuah pencapaian yang diakui sebagai yang tercepat dalam sejarah negara ini. Dalam pidato yang disampaikan pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gor David Tony, Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu, 20 Juni 2026, Mentan menyampaikan bahwa keberhasilan ini melampaui target pemerintah sebelumnya yang ditetapkan selama empat tahun.
Peningkatan Produksi Pangan
Mentan Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pada tahun 2025, kenaikan produksi pangan Indonesia berada di peringkat kedua dunia setelah Brasil. “Ini semua berkat kerja keras para petani dan nelayan di seluruh Indonesia,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa stok pangan nasional saat ini mencapai 5,2 juta ton, jumlah tertinggi yang pernah ada, meskipun kapasitas gudang hanya 3 juta ton.
Menurutnya, Direksi Utama Bulog telah melakukan langkah cepat dengan menyewa tambahan gudang kapasitas 2,2 juta ton untuk mengakomodasi stok pangan yang meningkat. Keberhasilan ini menunjukkan kesigapan dalam menangani kebutuhan masyarakat akan pangan.
Kesejahteraan Petani Meningkat
Mentan juga menginformasikan bahwa para petani kini merasa gembira dengan peningkatan harga gabah yang dijual menjadi Rp6.500. Meskipun demikian, ia mencatat bahwa subsidi pupuk pada tahun ini mengalami penurunan sebesar 20 persen. Amran menekankan bahwa situasi ini justru berbanding terbalik dengan kenaikan harga pupuk di negara lain.
“Bahkan beberapa negara seperti Australia, India, dan Filipina telah menghubungi kami untuk meminta pasokan pupuk,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan Indonesia semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Peningkatan Ekonomi Petani dan PDB
Dalam pidatonya, Amran menyampaikan bahwa nilai tukar petani mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 127 persen, angka tertinggi selama 34 tahun terakhir. Perekonomian nasional juga menunjukkan tanda-tanda baik dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kenaikan tertinggi dalam 24 tahun terakhir.
Mengenai harga Tandan Buah Segar (TBS), Mentan menegaskan bahwa situasi saat ini sudah kembali normal setelah sebelumnya terjadi penurunan harga yang disebabkan oleh kebijakan baru pemerintah terkait ekspor minyak sawit. “Kebijakan ekspor satu pintu ini sempat memberikan tekanan pada pasar, namun sekarang harga sudah stabil,” jelasnya.
Dengan keberhasilan ini, pemerintah menyatakan optimisme terhadap masa depan ketahanan pangan Indonesia dan kesejahteraan petani. Keberlanjutan dan inovasi dalam sektor pertanian diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mengatasi tantangan yang ada.



