Nasional

Buku Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma Rilis! Waspadai Hoaks Era Digital!

Jakarta, Maret.id — Penulis Alfarisi Thalib dan Liza Fitriani Nurkholis meluncurkan buku berjudul “Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma” di Gedung ICMI Center, Jakarta Selatan, pada 20 Juni 2026. Buku ini mengangkat tema tentang dampak algoritma terhadap dinamika politik dan pengaruhnya terhadap demokrasi di era digital.

Dinamika Politika dan Hoaks

Alfarisi Thalib menjelaskan bahwa penulisan buku ini berfokus pada fenomena penyebaran informasi yang ambigu dan sulit diverifikasi selama pemilihan presiden 2024. Ia mencatat bahwa media sosial telah menjadi sarana yang memberikan kemudahan akses informasi, tetapi juga memunculkan tantangan besar dalam membedakan antara fakta dan hoaks.

“Selama Pilpres 2024, kami melihat banyak hoaks beredar secara luas. Ruang digital menjadi hutan rimba, menyulitkan kita untuk menentukan mana konten yang asli dan mana yang palsu,” ujar Alfarisi. Kesadaran akan kondisi ini mendorong penulis untuk mengadakan diskusi mendalam mengenai penyebaran informasi di platform digital.

Penyebaran Informasi dan Respons Publik

Keduanya meneliti berbagai referensi untuk memahami faktor yang memengaruhi perilaku pengguna media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga kalangan akademik dan politisi terjebak dalam siklus penyebaran informasi tanpa mengecek validitasnya.

“Bukan hanya masyarakat biasa yang terpengaruh, tetapi juga akademisi dan politisi yang ikut menyebarkan informasi palsu dan menyesatkan,” ujar Alfarisi. Temuan ini menggugah keduanya untuk mengekspresikan pandangan mereka melalui buku yang disusun.

Algoritma Sebagai Aktor Utama

Menurut Liza Fitriani Nurkholis, algoritma kini telah berevolusi menjadi aktor penting dalam komunikasi politik digital. Ia menekankan bahwa algoritma tidak lagi berfungsi sekadar sebagai alat netral, melainkan berperan aktif dalam membentuk arus informasi di masyarakat.

“Buku ini juga membahas bagaimana algoritma mempengaruhi cara masyarakat menerima, menyebarluaskan, dan mengevaluasi informasi politik. Logika viralitas sering kali mengalahkan kualitas argumentasi, membuat konten yang menarik perhatian memperoleh jangkauan lebih luas meskipun kebenarannya diragukan,” ungkap Liza.

Melalui buku “Komunikasi Politik dalam Kendali Algoritma,” Alfarisi dan Liza berharap dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang tantangan dan potensi komunikasi politik di era digital. Buku ini diharapkan menjadi panduan yang berguna bagi pembaca dalam menghadapi arus informasi yang semakin kompleks dan menuntut kewaspadaan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button