Nasional

Stop Gimmick Stunting Ada Selisih Anggaran MBG Rp201 Triliun untuk Siapa Menurut Bancakan Kata CELIOS

Jakarta, Maret.id — Peneliti CELIOS, Media Askar Wahyudi, mempertanyakan klaim program MBG dalam penanganan stunting. Ia mencatat ada perbedaan mencolok antara kebutuhan anggaran sebesar Rp67 triliun dan alokasi program yang mencapai Rp268 triliun.

“Selisih Rp201 triliun ini menimbulkan pertanyaan, untuk siapa dana tersebut?” ucapnya. Menurutnya, pemerintah malah memperlebar ketimpangan, dan hanya di Indonesia bantuan sosial sering kali disalahgunakan oleh penyelenggara dan entitas swasta.

Wahyudi menjelaskan, meski program ditujukan untuk wilayah 3T, keluarga miskin, balita, dan ibu hamil, anggaran yang dibutuhkan seharusnya hanya sekitar Rp67 triliun untuk 26 juta penerima. “Angka ini jauh lebih rasional dibandingkan dengan Rp268 triliun yang saat ini dianggarkan,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait distribusi SPPG di daerah dengan angka stunting tinggi. “Contohnya, angka stunting di Papua Pegunungan mencapai 40%, namun hanya tersedia 13 SPPG di sana,” tegasnya.

Wahyudi menambahkan, di Sulawesi Barat, angka stunting mencapai 35% dengan 177 SPPG tersedia. Sementara, di Jawa Barat yang memiliki angka stunting lebih rendah, 15%, justru memiliki 6.357 SPPG. “Asumsi bahwa ini adalah program penanganan stunting tidak sesuai dengan data yang ada,” ungkapnya.

Ia juga meragukan dukungan masyarakat terhadap program MBG. “Survei preferensi publik perlu metodologi yang tepat. Menanyakan, ‘Apakah Anda suka MBG?’ bukanlah cara yang valid,” jelasnya.

Wahyudi menekankan pentingnya penggunaan bukti empiris dalam menilai keinginan masyarakat. “Kita perlu metodologi yang menunjukkan pilihan yang konkret kepada masyarakat,” pungkasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button