IKN Miliki Potensi Usaha Kuliner Nusantara untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Lokal di Indonesia

Jakarta, Maret.id — Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan potensi besar untuk pengembangan kuliner nusantara, terutama dalam mendukung kuliner UMKM masyarakat lokal. Penjajakan usaha kuliner di IKN menjadi simbol pemersatu cita rasa kuliner nusantara dalam rangka pembangunan infrastruktur modern.
Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA), Nofalia Heikal Safar, menilai pengembangan kuliner di IKN memiliki prospek yang cerah. Ia berharap pemerintah dapat mendorong pertumbuhan sektor ini untuk menarik investasi di bidang kuliner.
“Saya bersama Ketua Dewan Pembina GARUDA, Heikal Safar, melihat langsung potensi IKN yang memiliki peluang besar untuk kesejahteraan pelaku usaha kuliner, khususnya UMKM,” kata Nofalia dalam keterangan tertulis, Minggu (21/6/2026).
Nofalia menyatakan bahwa IKN tidak hanya menawarkan peluang di sektor kuliner, tetapi juga berbagai kesempatan usaha lainnya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.
“Guna ikut aktif membantu dan mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam bidang ketahanan pangan nasional demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ucap Nofalia.
GARUDA mengajak pelaku usaha untuk membuka berbagai peluang bisnis di IKN. Rencana pengembangan juga mencakup dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah titik.
Infrastruktur Bandara Internasional di IKN, dengan panjang landasan pacu mencapai 3 kilometer, diproyeksikan mendukung wisata dan bisnis di kawasan tersebut.
“Fasilitas-fasilitas penting seperti masjid raya, rumah sakit, perkantoran, dan tempat kuliner telah beroperasi dengan baik,” ujar Nofalia.
Pembangunan IKN yang masif mulai dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan dilanjutkan oleh Presiden Prabowo Subianto, telah menciptakan kebanggaan bagi seluruh masyarakat.
“Saya selaku Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia sangat menyambut baik keinginan Presiden Prabowo Subianto agar perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 dilaksanakan di IKN,” pungkas Nofalia.
Salah seorang pelaku UMKM, Ningsih, mengaku tertarik berjualan di IKN jika wilayah tersebut semakin ramai. Ia yakin bahwa kawasan baru yang tertata baik dapat menjadi pusat ekonomi yang baru.
“Jika jumlah pengunjung ke IKN semakin banyak, kami berharap akan ada lebih banyak pedagang untuk berusaha di sana,” harap Ningsih.



