Nasional

Presiden Prabowo Perintahkan Langkah Terukur agar Pemadaman Listrik Tidak Terulang di Seluruh Indonesia

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto telah memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beserta direksi PT PLN. Pemanggilan ini menyangkut insiden pemadaman listrik yang terjadi di Pulau Jawa baru-baru ini.

Menteri Bahlil mengungkapkan, Presiden memberikan arahan agar langkah yang terukur diterapkan untuk mencegah terulangnya pemadaman serupa. Dia menegaskan, kementeriannya telah berupaya untuk memastikan stabilitas pasokan listrik melalui dukungan pengadaan batu bara.

“Arahan Presiden Prabowo kepada kami adalah segera memastikan untuk melakukan langkah-langkah yang terukur dalam rangka percepatan agar tidak lagi terjadi hal seperti ini…” ucap Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan setelah pertemuan, Senin, 22 Juni 2026.

Menteri Bahlil menyatakan bahwa intervensi pemerintah dalam pengadaan batu bara seharusnya dilakukan hanya karena kepentingan masyarakat. “Sebenarnya B2B itu, pemerintah tidak boleh terlalu banyak masuk ke dalam ini, B2B. Tapi karena kami harus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik,” tambahnya.

Bahlil menjelaskan, direktur PLN, Darmawan Prasodjo, telah membeberkan penyebab gangguan kelistrikan yang memicu pemadaman. Penyebab utamanya adalah gangguan teknis pada pembangkit listrik.

“Tadi PLN menyampaikan ke saya dalam rapat, mulai hari ini tidak ada gangguan lagi. Itu menurut Dirut PLN karena urusan teknis terhadap pelayanan operasional ada pada PLN, pemerintah hanya regulator…” ujarnya.

Penyebab lainnya adalah kebutuhan pasokan batu bara berkalori medium. Total konsumsi batu bara PLN mencapai 154 juta ton per tahun, dengan penugasan kementerian kepada perusahaan sekitar 180 hingga 190 juta ton.

“PLN sendiri sudah melakukan kontrak dengan pengusaha sebanyak 134 juta ton untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6, itu harusnya tidak ada masalah. Yang PLN keluhkan adalah kalori medium untuk blending…” ujar Bahlil.

Dia juga telah meminta PLN untuk melakukan perbaikan dan perawatan terhadap pembangkit agar dapat memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat di masa mendatang.

Menteri Bahlil mengakui produksi batu bara berkalori tinggi semakin berkurang, dengan produksi batu bara berkalori medium tidak lebih dari 20 persen. “Dari total produksi batu bara kita 100%, yang medium 5.000 ke atas, 5.800 sampai 6.300 tidak lebih dari 20%. 80%-nya itu yang medium ke bawah…” tambah Bahlil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button