Sannipata Nusantara 2026, Menag Yaqut Cholil Qoumas Mengingatkan untuk Tidak Selalu Mencari Kesalahan pada Setiap Orang

Jakarta, Maret.id — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha untuk menjadikan Dharma sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya, memperkuat kerukunan serta merawat perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Pesan ini disampaikan Menag saat menghadiri Sannipata Nusantara 2026 di Auditorium H.M. Rasjidi, Jakarta. Kegiatan tersebut mengambil tema “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia” dan menjadi puncak rangkaian perayaan Vesākha Sānanda 2570 Era Buddha (BE).
Menag menjelaskan, Sannipata merupakan perjumpaan spiritual yang mempertemukan berbagai pandangan untuk membangun harmoni. “Kita perlu duduk mempertemukan wawasan, duduk untuk menemukan kebaikan, bahwa lebih baik kita mencari titik temu daripada mencari titik perbedaan,” ucap Nasaruddin Umar, Menteri Agama.
Dia juga mengingatkan bahwa semangat tersebut sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk konflik dan meningkatnya sikap saling menyalahkan. Menurutnya, “Kita jangan selalu mencari kesalahan setiap orang. Tidak ada orang yang sempurna seratus persen.”
Menag menekankan bahwa peringatan Tri Suci Waisak seyogyanya tidak hanya berhenti pada seremoni keagamaan. “Makna Waisak yang sesungguhnya adalah tentang bagaimana kita membumikan Dharma dalam kehidupan nyata,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ajaran tentang kelahiran, pencerahan, dan Parinibbana Sang Buddha merupakan pesan pembebasan dari penderitaan. “Dharma dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan sikap tulus dalam membantu orang lain tanpa memandang latar belakang maupun keyakinan,” ucap Menag.
Dia menambahkan, ketika melihat teman yang berbeda keyakinan sedang kesulitan dan memberikan bantuan, di situlah Dharma sedang bekerja.





