Nasional

Ramai Rumor Uang Suap BEM FH UBK Nonaktif Mengalir ke Pacar Dapat Rp750 Ribu dalam Kasus Korupsi Mahasiswa

Jakarta, Maret.id — Sejumlah isu liar kembali mencuat terkait dugaan suap yang melibatkan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdi Maludin.

Nama-nama sejumlah mahasiswa terlibat dalam tuntutan yang diajukan oleh rekan-rekan mereka. Mereka yang diduga menerima suap antara lain:

Muhamad Abdimaludin (Ketua BEM FH), Rafly Maulana Akbar (Wakil Ketua BEM FH), Mubarak Tuasamu (Pengurus BEM FH), Pujiono (Ketua BEM FEB), dan Muhammad Rafi Bastian (Wakil Ketua BEM FEB).

Seorang mahasiswa Fakultas Hukum di kampus UBK, yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa aliran uang tersebut diduga mengalir ke pasangan-pasangan para penerima uang suap. “Bukan wakilnya, tapi pasangannya, pacarnya. Menerima Rp750 ribu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan komentar yang muncul di akun Instagram BEM FH UBK. Seorang netizen menulis, “5 pelaku itu yang punya pasangan mengalirkan DANA SUAP ke pasangannya sebesar 750.000…”

Kasus ini mulai menjadi sorotan publik setelah Muhammad Abdi Maludin mengakui menerima uang suap sebelum aksi demonstrasi di Istana Negara. Saat ini, pihak kampus belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah selanjutnya mengenai kasus ini. Investigasi internal juga diperkirakan akan segera dilakukan untuk menelusuri lebih dalam aliran dana yang diduga mencurigakan ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button