Kementerian Pertanian Percepat Cetak Sawah 2.000 Hektare di Papua Pegunungan untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat program cetak sawah di Papua Pegunungan hingga mencapai total 2.000 hektare pada tahun 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan mendorong swasembada pangan di Indonesia.
Komitmen tersebut ditandai dengan kegiatan tanam padi perdana yang dilaksanakan di Kampung Perabaga, Distrik Piramid, Kabupaten Jayawijaya. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam pengembangan sawah baru seluas 1.910 hektare yang telah ditargetkan untuk tahun ini.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menyampaikan bahwa program cetak sawah bertujuan untuk membuka sentra produksi pangan baru di wilayah tersebut. “Kami berharap pengembangan pertanian ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” kata Hermanto.
Hermanto menegaskan bahwa pendekatan program dilakukan secara partisipatif. “Kami melibatkan masyarakat adat dan memastikan hak ulayat mereka dihormati,” jelasnya.
Ia menambahkan, “Tidak ada perampasan atau pengambilalihan hak ulayat. Semua yang kami kerjakan sudah disepakati bersama oleh tokoh adat dan masyarakat.” Pengembangan sawah di Papua Pegunungan merupakan kelanjutan dari pembangunan sawah sebelumnya seluas 90 hektare.
“Pada 2026, kami melanjutkan cetak sawah baru seluas 1.910 hektare sehingga total luasnya mencapai 2.000 hektare,” ucapnya. Untuk mendukung program ini, Kementerian Pertanian menyediakan bantuan benih unggul, pupuk dolomit, alat dan mesin pertanian, serta subsidi bahan bakar minyak bagi petani.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan sawah baru di Papua sebagai bagian dari visi pemerintah untuk mencapai kemandirian pangan di seluruh Indonesia. “Papua memiliki potensi besar sebagai sentra produksi pangan baru,” ucap Amran.
Kementerian Pertanian berharap dengan pengembangan sawah ini, produksi pangan di daerah dapat meningkat, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional. Pemerintah juga meminta kelompok tani dan masyarakat untuk menjaga lahan yang telah dibangun agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang.



