Banyak Siswa Lulusan SMA Unggul Garuda Lanjut ke Kampus Terbaik

Jakarta, Maret.id — Program SMA Unggul Garuda Transformasi terus menunjukkan hasil yang signifikan dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar dapat bersaing di tingkat global. Inisiatif ini berhasil mendorong semakin banyak siswa diterima di perguruan tinggi terbaik di seluruh dunia melalui penguatan akademik dan pengembangan minat serta bakat.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D., mengungkapkan bahwa program ini dibangun melalui kemitraan dengan sekolah-sekolah yang memiliki rekam jejak pembinaan siswa yang kuat. “Program SMA Unggul Garuda Transformasi menguatkan berbagai hal yang selama ini sudah dilakukan dengan baik di sekolah,” ucap Ardi, Senin (22/6/2026).
Ardi menambahkan bahwa siswa tidak hanya dilengkapi dengan kemampuan akademik, tetapi juga didorong untuk mengeksplorasi minat dan mengembangkan portofolio yang relevan. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya membangun manajemen talenta nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin Jakarta, Arif Nur Ridwan, menjelaskan bahwa persiapan siswa untuk masuk perguruan tinggi luar negeri dimulai sejak kelas 10. Proses ini meliputi pemetaan minat dan bakat, penguatan portofolio, serta kemampuan bahasa Inggris. “Kehadiran Program SMA Unggul Garuda Transformasi semakin memperkuat pembinaan yang sudah berjalan,” kata Arif.
Data dari Beasiswa Garuda Sarjana menunjukkan bahwa 388 siswa telah menerima beasiswa tersebut, dengan sekitar 50 persen berasal dari SMA Unggul Garuda Transformasi. Jumlah sekolah yang tergabung dalam program ini juga meningkat dari 12 menjadi 42 sekolah.
Dampak program dirasakan langsung oleh siswa, seperti halnya Rakha Guitarra Audrey, yang berhasil menjadi penerima Beasiswa Garuda Sarjana Gelombang I Tahun 2026 dan diterima di University of New South Wales (UNSW), Australia, pada program studi Chemical Product Engineering.
“Mulai dari persiapan esai, IELTS, SAT, sosialisasi universitas hingga pemberkasan semuanya didampingi. Program ini sangat membantu,” ujar Rakha. Ia menambahkan, “Dulu kami berpikir kuliah di luar negeri seperti sesuatu yang mustahil, tetapi sekarang menjadi sangat mungkin dan Alhamdulillah mimpi itu bisa terwujud.”





