Nasional

Bapanas Percepat Program SPHP dan Gerakan Pangan Murah

Jakarta, Maret.id — Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan percepatan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Langkah ini diambil di tengah fluktuasi sejumlah komoditas pangan.

Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, menyatakan bahwa SPHP merupakan instrumen penting untuk pengendalian harga beras. Program ini menyasar konsumen melalui berbagai jalur distribusi.

“Target penyaluran beras SPHP tahun 2026 sebesar 828 ribu ton. Hingga 20 Juni, realisasinya mencapai 359 ribu ton,” kata Nita dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Kementerian Dalam Negeri, Senin, 22 Juni 2026.

Beras SPHP disalurkan melalui pasar tradisional, pasar modern, kios pangan, dan Gerakan Pangan Murah. Selain itu, pemerintah juga memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan memperkuat akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau.

Bapanas mencatat bahwa GPM telah dilaksanakan 5.462 kali sepanjang Januari hingga Juni 2026, menjangkau 38 provinsi dan 378 kabupaten atau kota. Selama Juni 2026, GPM telah dilaksanakan sebanyak 230 kali, melibatkan 12 provinsi dan 53 kabupaten atau kota.

Nita menambahkan bahwa pemerintah memperkuat dukungan kepada peternak rakyat melalui integrasi pasokan telur dan daging ayam ke dalam Program Makan Bergizi Gratis. Pada 19 Juni, Bapanas memfasilitasi pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Badan Gizi Nasional, Kementerian Pertanian, dan asosiasi peternak.

Hasil dari pertemuan tersebut, telur dan daging ayam akan dimasukkan ke dalam menu Makan Bergizi sebanyak dua kali setiap pekan. Pasokan akan disediakan oleh koperasi dan asosiasi peternak rakyat dengan harga transaksi sebesar Rp26 ribu per kilogram untuk telur dan Rp35 ribu per kilogram untuk daging ayam.

“Kami berharap pemerintah daerah melakukan langkah strategis serupa. Stabilitas pasokan dan harga harus terjaga dari hulu hingga hilir,” ucap Nita.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, mengimbau daerah untuk memperkuat operasi pasar guna mengantisipasi kenaikan harga pangan. Menurutnya, beras adalah komoditas yang sangat berpengaruh terhadap inflasi.

“Berkaitan dengan beras, Bulog bersama pemerintah daerah harus segera melaksanakan operasi pasar,” kata Tomsi. Pemerintah berharap berbagai program stabilisasi ini mampu menjaga pasokan pangan dan memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button