Harga Minyak Dunia Turun, Pengamat Sarankan Penyesuaian Pertamax

Jakarta, Maret.id — Harga minyak dunia mengalami penurunan seiring dengan dibukanya Selat Hormuz. Kondisi ini menandakan pergerakan harga minyak masih rentan karena sering ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran serta ketidakpastian dalam perundingan yang sedang berlangsung.
“Penyesuaian ini bukan mengembalikan ke harga lama, melainkan menurunkan secara wajar mengikuti perkembangan pasar. Seberapa besar angkanya, pemerintah dan Pertamina yang memegang perhitungannya,” ujar Piter Abdullah, Policy and Program Director Prasasti, dalam keterangan daringnya pada Kamis, 25 Juni 2026.
Fluktuasi harga minyak dunia ini diperkirakan juga akan berdampak pada harga energi di dalam negeri. Piter menekankan bahwa asumsi makro APBN Indonesia, terutama terkait harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan nilai tukar rupiah, sangat terpengaruh oleh gejolak global.
Oleh karena itu, keputusan pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax mengikuti harga pasar dianggap masih tepat untuk menjaga kestabilan BBM bersubsidi. “Penurunan harga minyak dunia membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga Pertamax,” tuturnya.
Piter menekankan perlunya perbaikan dalam penyaluran BBM subsidi agar berjalan seiring dengan penyesuaian harga. Dalam jangka menengah, percepatan perbaikan bauran energi disebutnya sebagai kunci untuk menghadapi tantangan ini.
Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar untuk mendukung inisiatif ini. “Pemerintah perlu memastikan distribusi Pertalite tetap tepat sasaran. Mekanisme penyalurannya harus diperbaiki agar BBM subsidi benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegas Piter.





