Basarnas Kirim Tim SAR untuk Bantu Korban Gempa Venezuela

Jakarta, Maret.id — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan kesiapan untuk mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela. Pengiriman ini sebagai respons terhadap gempa bumi yang melanda negara tersebut, setelah pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional.
Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, menegaskan bahwa pengiriman tim SAR Indonesia akan dilakukan jika ada keputusan resmi dari Pemerintah Indonesia. “Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat,” ucap Edy saat dikonfirmasi di Jakarta.
Indonesia memiliki tim pertolongan internasional terlatih, yang tergabung dalam Indonesia Search and Rescue (INASAR), termasuk personel Basarnas. Tim ini merupakan bagian dari International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) dengan sertifikasi medium class.
Edy menjelaskan bahwa INASAR memiliki pengalaman dalam penanganan bencana gempa bumi di berbagai negara, seperti Myanmar dan Turki. Meskipun demikian, hingga saat ini, Basarnas belum menerima permintaan resmi dari Venezuela terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi pencarian dan penyelamatan.
“Berdasarkan pantauan aplikasi yang dimiliki Basarnas, belum ada permintaan resmi dari negara terdampak terkait bantuan kemanusiaan maupun operasi SAR,” ujar Edy. Basarnas juga belum mendapatkan informasi mengenai langkah diplomatik yang ditempuh pihak Venezuela melalui kedutaan besarnya untuk meminta bantuan kepada Pemerintah Indonesia.
Edy menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brasil untuk memastikan apakah ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak oleh bencana ini. “Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada WNI yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut,” ucapnya.
Sebelumnya, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu waktu setempat. Pusat gempa tercatat berada sekitar 16 kilometer dari Kota Moron dan 24 kilometer dari San Felipe.
Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan luas di sejumlah wilayah, mendorong pemerintah setempat untuk menetapkan status darurat nasional. Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengungkapkan bahwa bandara utama negara itu, Maiquetia, ditutup total setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa.
Rodriguez menyebut sejumlah wilayah mengalami dampak paling serius, termasuk ibu kota Caracas yang dilaporkan mengalami keruntuhan bangunan di berbagai lokasi. Kerusakan signifikan juga terjadi di negara bagian Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
Pemerintah Venezuela saat ini terus melakukan upaya penanganan darurat, termasuk pendataan korban di tengah proses pemulihan pascagempa.



