Mentan Paparkan Lompatan Sektor Pangan di Penas XVII 2023

Jakarta, Maret.id — Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memaparkan capaian sektor pangan nasional di hadapan 100.000 peserta Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Ia menyatakan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto telah memperkuat produksi, kesejahteraan petani, dan swasembada pangan.
Dalam kesempatan tersebut, Amran menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan pemerintah terhadap petani. Ia mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan yang diambil memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian.
Salah satu kebijakan signifikan adalah penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen. “Bapak Presiden, kami mengucapkan terima kasih mewakili petani Indonesia. Sejak Indonesia merdeka, harga pupuk selalu naik,” kata Amran.
Ia juga menyampaikan bahwa, “Pada masa kepemimpinan Bapak justru turun 20 persen. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” ucapnya. Selain itu, pemerintah menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi, memudahkan akses petani terhadap sarana produksi.
Amran memaparkan peningkatan produksi beras nasional. Menurut data terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Indonesia kini menjadi produsen beras terbesar keempat di dunia. “Dua hari lalu FAO mengumumkan produksi beras Indonesia sekitar 38 juta ton,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa, “Data itu diumumkan FAO. Bukan diumumkan oleh kita.” Peningkatan produksi tersebut berdampak pada kesejahteraan petani, dengan Nilai Tukar Petani mencapai 127, tertinggi dalam 34 tahun terakhir.
Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian juga mencapai 5,74 persen, angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir berdasarkan data BPS. “Ini hasil kerja keras petani dan nelayan Indonesia. Mereka terus menjaga produksi pangan nasional,” kata Amran.
Dalam sisi perdagangan, ekspor pertanian meningkat hingga Rp166 triliun, sementara impor turun sekitar Rp41 triliun setelah penghentian impor beras medium. “Artinya ada tambahan nilai ekonomi yang besar. Nilai itu kembali ke sektor pertanian dan dinikmati petani,” ucapnya.
Pemerintah juga melaksanakan hilirisasi kakao, jambu mete, dan tebu dengan total luas program mencapai sekitar 870 ribu hektare. Amran menyebut program ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo.
Hilirisasi ditargetkan untuk membuka hingga tiga juta lapangan kerja pada 2029. “Targetnya menciptakan tiga juta lapangan kerja sampai 2029. Bibit, penanaman, dan pengolahan diberikan gratis,” katanya.
Pemerintah juga melakukan perbaikan tata niaga kelapa sawit untuk menjaga harga tandan buah segar tetap menguntungkan petani. Kementerian Pertanian bersama aparat penegak hukum memperkuat pengawasan agar seluruh program berjalan tepat sasaran.
“Terima kasih Bapak Presiden atas kebijakan yang berpihak kepada petani. Hari ini petani Indonesia merasakan manfaatnya secara langsung,” ucap Amran. Ia berharap swasembada pangan yang dicita-citakan dapat terus berlanjut dan fondasinya semakin kuat ke depan.



