Nasional

Bapanas Perkuat Serapan Produk Peternak Lewat Program Pemerintah

Jakarta, Maret.id — Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengintensifkan serapan produk peternak mandiri melalui serangkaian program pemerintah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan harga ayam dan telur tetap menguntungkan bagi para peternak.

Penguatan serapan dilaksanakan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan usulan bantuan pangan. Kebijakan ini dibahas saat Bapanas menggelar audiensi dengan Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) pada 24 Juni 2026.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menjelaskan bahwa pemerintah berusaha mengecilkan selisih harga antara produsen dan konsumen. “Yang harus kita selesaikan ialah harga ayam di tingkat produsen. Selisihnya jangan terlalu jauh dibandingkan harga di tingkat konsumen,” kata Sarwo.

Sarwo menambahkan bahwa Bapanas mengusulkan bantuan pangan berupa daging ayam dan telur. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasaran.

“Ada usulan bantuan daging ayam dan telur ayam. Program ini sangat baik untuk stabilisasi pasokan dan harga,” ucapnya. Usulan tersebut telah dimasukkan dalam anggaran untuk 2027, namun pelaksanaannya dapat dipercepat jika ada revisi anggaran dari Komisi IV DPR RI.

“Tahun 2027 sudah kami usulkan. Kalau ada revisi anggaran, bisa dilaksanakan tahun ini,” katanya. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menyatakan bahwa bantuan pangan sebelumnya terbukti efektif dalam menjaga harga di tingkat peternak.

“Bantuan pangan stunting dulu cukup bagus menahan harga. Hal itu juga diakui langsung oleh para peternak,” ucap Maino. Program bantuan tersebut pernah menjangkau sekitar 1,4 juta keluarga penerima manfaat, dengan setiap keluarga memperoleh satu kilogram daging ayam dan sepuluh butir telur selama tiga bulan.

Pelaksanaan bantuan ini melibatkan ribuan peternak rakyat dan pelaku UMKM. Pada 2024, tercatat 8.778 peternak ikut serta dalam program tersebut, terdiri dari 6.895 peternak ayam petelur dan 1.883 peternak ayam broiler.

Bapanas juga akan memperkuat penyerapan produk melalui Gerakan Pangan Murah, yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan produk unggas secara bertahap. Maino mengungkapkan bahwa beberapa daerah rutin menggelar GPM setiap pekan, dengan Kabupaten Bogor mampu melaksanakan sekitar 500 kegiatan GPM dalam setahun.

“Kami akan terus mendorong GPM di berbagai daerah. Harapannya harga peternak terangkat sedikit demi sedikit,” kata Maino. Bapanas juga bertujuan meningkatkan penyerapan telur dan daging ayam melalui Program Makan Bergizi Gratis, yang menghubungkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dengan peternak rakyat.

Pola ini telah disimulasikan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bapanas berharap skema serupa bisa diterapkan secara nasional. “Mudah-mudahan nanti bisa diterapkan secara nasional. Ketika SPPG berjalan penuh, serapan peternak akan ikut meningkat,” ujarnya.

Menurut Maino, peternak perlu meningkatkan kapasitas usaha mereka untuk memenuhi standar distribusi. “Peternak harus naik kelas. SPPG tidak mungkin membeli ayam hidup,” kata Maino.

Ketua Umum Permindo, Kusnan, menyambut baik langkah pemerintah ini. Ia percaya bahwa integrasi berbagai program akan membantu peternak menghadapi tekanan harga. “Peternak memang harus naik kelas. Kami tidak bisa hanya mengandalkan penjualan ayam hidup,” ucapnya.

Kusnan berharap program bantuan pangan dan operasi pasar dapat dihidupkan kembali tahun ini. Ia menilai langkah ini sebagai momentum yang tepat untuk mendukung peternak rakyat. “Harapannya integrasi program pemerintah segera berjalan. Dengan begitu, peternak rakyat bisa lebih terbantu,” kata Kusnan.

Sebelumnya, Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, mencanangkan tambahan anggaran sebesar Rp17,8 triliun pada tahun 2027. Sebagian anggaran ini akan digunakan untuk mendukung program bantuan pangan, yang diproyeksikan menyerap sekitar 5,78 ribu ton daging ayam dan 8,67 ribu ton telur serta menjangkau sekitar 1,45 juta penerima manfaat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button