Tiyo Ardianto Dilaporkan ke Polisi, Bantuan Hukum Mengalir

Jakarta, Maret.id — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) tahun 2025, Tiyo Ardianto, menanggapi pelaporannya oleh pengacara Firdaus Oiwobo ke polisi dengan tenang.
Tiyo mengaku mendapatkan banyak tawaran bantuan hukum sebagai bentuk solidaritas masyarakat sipil. “Banyak pihak yang menawarkan bantuan kepada saya. Tentu saya menerima segala bentuk bantuan sebagai bagian dari solidaritas masyarakat sipil untuk membela hak-hak rakyat yang tertindas dan menjaga demokrasi,” ucap Tiyo.
Ia menilai pelaporan tersebut merupakan tindakan yang dilakukan oleh pihak yang ingin menunjukkan loyalitas kepada Prabowo Subianto. “Saya berharap Bapak Presiden memberikan apresiasi yang sebaik-baiknya kepada pihak-pihak yang menunjukkan loyalitasnya. Sementara saya pribadi akan tetap fokus mengerjakan hal-hal yang penting,” tambahnya.
Tiyo juga menegaskan komitmennya untuk kooperatif terhadap panggilan polisi. “Belum (belum ada pemanggilan polisi),” jelasnya. Ia memastikan akan memenuhi panggilan tersebut jika diminta. “Kami akan bersikap kooperatif. Jika dipanggil oleh kepolisian, kami akan memenuhi panggilan. Namun yang jelas, fokus kami tetap pada hal-hal yang bersifat substantif dan strategis,” katanya.
Tanpa gentar, Tiyo bertekad untuk terus mengobarkan semangat anak muda. “Pertama, menjalankan peran sebagai warga negara yang kritis. Sebab Indonesia adalah negara yang saat ini fondasinya sedang dirusak,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat harus dioptimalkan untuk menyelamatkan negara. “Salah satu peran yang saya ambil adalah menjadi warga negara yang kritis dan tidak rela negara ini dirusak oleh mereka yang seharusnya berbuat baik,” tutupnya.





