Nasional

Hadapi Era AI, Wamenkomdigi: Literasi Digital Harus Relevan

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa literasi digital harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini.

Pernyataan ini disampaikan saat audiensi dengan Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) baru-baru ini di Jakarta. Nezar menjelaskan bahwa penggunaan perangkat dan internet tidak lagi cukup untuk memenuhi standar literasi digital.

Dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), fokus literasi digital harus dialihkan dari keterampilan dasar penggunaan alat digital. “Literasi digital kini lebih berorientasi pada peningkatan kecakapan digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi,” ujar Nezar.

Dia menekankan pentingnya pengembangan talenta digital yang lebih terarah. Ini untuk memastikan individu memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan saat ini. “Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling dan relevan dengan perkembangan zaman,” ucap Nezar dalam keterangan resminya.

Perubahan ini merupakan bagian dari langkah strategis yang telah dirumuskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan telah diterapkan oleh Kemkomdigi selama satu dekade terakhir. Nezar menambahkan bahwa literasi penggunaan perangkat digital untuk terhubung ke dunia digital kini sudah tidak cukup.

Hal ini mencakup literasi mendasar seperti keamanan siber dan etika digital yang saat ini sudah banyak diakomodasi oleh berbagai platform digital. “Saat ini, hal-hal tersebut sudah diadopsi oleh platform melalui pedoman komunitas dan lain sebagainya,” jelasnya.

Wamenkomdigi mengingatkan bahwa meskipun masih ada kebutuhan dasar dalam literasi digital, arah dan fokusnya harus berkembang seiring kemajuan teknologi yang ada.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button