Pertamina Proyeksikan Penurunan Harga BBM Mulai Juli 2023

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina (Persero) memproyeksikan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap mulai awal Juli 2026. Proyeksi ini sejalan dengan tren penurunan harga minyak mentah dunia yang terjadi belakangan ini.
Mochamad Iriawan, Komisaris Utama Pertamina, menyampaikan bahwa Dewan Komisaris telah memberikan masukan kepada jajaran direksi terkait penyesuaian harga ini. “Kami mendorong agar harga energi bisa lebih terjangkau bagi masyarakat,” kata Iriawan, Jumat, 26 Juni 2026.
Iriawan menegaskan, langkah ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk prioritaskan kepentingan masyarakat. “Setialah hanya kepada bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Iriawan mengingat pesan Presiden saat pertemuan.
Meski harga minyak dunia mengalami penurunan, Iriawan menekankan bahwa penyesuaian harga BBM tidak dapat dilakukan secara langsung. Pertamina menerapkan formula penghitungan berdasarkan rata-rata harga minyak pada periode sebelumnya.
“Minyak yang kami proses saat ini berasal dari pembelian dengan harga rata-rata bulan lalu,” ucapnya. Ia menambahkan, mekanisme ini memberikan perlindungan bagi masyarakat dari fluktuasi harga minyak dunia.
“Formula rata-rata ini menjadi instrumen pengaman, baik saat harga naik maupun turun,” jelas Iriawan. Ia memperkirakan, dampak penurunan harga minyak dunia akan lebih terlihat pada evaluasi harga berikutnya, dengan penyesuaian harga BBM diharapkan berlaku mulai 1 Agustus 2026.
Selain itu, Iriawan memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman. Kapal Gamsunoro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah berhasil melintasi Selat Hormuz. “Alhamdulillah, kapal kami telah mencapai titik aman,” ujarnya.
Pertamina juga terus memantau situasi melalui pusat krisis yang beroperasi 24 jam, serta berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Iran untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar.



