BRIN Kembangkan Limbah Sawit Menjadi Minyak Biomassa Baru

Jakarta, Maret.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan teknologi pirolisis untuk mengolah limbah tandan kosong kelapa sawit menjadi minyak biomassa. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tersebut.
Dieni Mansur, Ketua Tim Riset Pirolisis Minyak Biomassa dari Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, menyatakan bahwa limbah sawit di Indonesia sangat melimpah. “Kita harus memanfaatkan limbah ini sebelum menumpuk dan membutuhkan waktu lama untuk terdekomposisi,” ucapnya.
Dia menjelaskan bahwa memanfaatkan limbah biomassa menjadi energi dan bahan kimia berbasis hayati merupakan langkah penting. Ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan energi nasional terhadap bahan bakar fosil. “Minyak pirolisis digunakan untuk mendukung diversifikasi bahan bakar di Indonesia,” tambahnya.
Proses pirolisis dapat dilakukan melalui metode pemanasan lambat, cepat, maupun sangat cepat. BRIN memiliki fasilitas reaktor yang mampu melakukan pirolisis lambat dengan waktu proses sekitar dua hingga empat jam. Teknologi ini menghasilkan tiga produk utama: asap cair, minyak biomassa (bio-oil), dan arang hayati (bio-char).
Asap cair memiliki berbagai potensi aplikasi, seperti sebagai pelapis alami untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan dan berpotensi digunakan dalam material berbentuk film untuk penyembuhan luka di rongga mulut. Sementara itu, minyak biomassa dan asap cair dari pirolisis mengandung senyawa organik seperti fenol, asam asetat, keton, dan metanol yang dimanfaatkan dalam industri kimia.
“Dari minyak biomassa belum dapat digunakan sebagai bahan bakar tunggal untuk kendaraan bermotor, tetapi bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler industri,” jelas Dieni. Ia menambahkan bahwa kandungan senyawa kimia dalam minyak biomassa berpotensi sebagai aditif untuk bahan bakar cair seperti bensin.
Hasil penelitian ini menawarkan solusi terhadap dua tantangan: pengelolaan limbah pertanian dan penyediaan sumber energi terbarukan. Dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, pendekatan ini mendukung penerapan ekonomi sirkular.
“Diharapkan, pirolisis tandan kosong kelapa sawit dapat membantu mengatasi permasalahan limbah sawit dan menjadi alternatif diversifikasi energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” ujar Dieni.



