Bioetanol Aren Diuji di Motor, BRIN Klaim Hasil Lebih Irit

Jakarta, Maret.id — Bioetanol berbahan baku aren kini telah memasuki tahap uji coba nyata. Peneliti Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Saptadi Darmawan, menyatakan bahwa bahan bakar nabati ini telah diuji pada sepeda motor dengan hasil yang menjanjikan.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa bioetanol aren meningkatkan performa kendaraan dan efisiensi konsumsi bahan bakar. “Kami sudah aplikasikan menggunakan motor dan hasilnya lebih bagus. Tenaganya lebih kuat, dan juga lebih irit,” kata Saptadi kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, pada 27 Juni 2026.
Proyek percontohan bioetanol aren juga telah dilakukan di Kamojang, bekerja sama dengan Pertamina atas inisiatif Kementerian Kehutanan. Saptadi menambahkan bahwa meskipun telah dilakukan pengujian di laboratorium, pemanfaatan bioetanol ini masih dalam tahap riset.
Dukungan dari kebijakan pemerintah dianggap krusial agar teknologi ini dapat diperluas penggunaannya. “Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana kebijakannya bisa terus berlanjut sampai masyarakat mengerti menggunakannya,” ujar Saptadi.
Saptadi menilai aren sebagai salah satu bahan baku bioetanol yang sangat potensial, mengingat kemudahan pengolahannya. Namun, dia mengingatkan pentingnya pengembangan tanaman aren dilakukan di lahan marginal agar tidak mengganggu kelestarian hutan.
“Saya optimis dengan ini tetapi belum bisa dipastikan apakah kapasitas produksi aren nasional mampu memenuhi kebutuhan,” jelasnya. Ia menekankan bahwa perhitungan lahan dan kapasitas produksi menjadi tanggung jawab pemerintah, terutama Kementerian Kehutanan.
Sebagai contoh, uji coba di Kamojang menunjukkan produksi sekitar 1.000 liter bioetanol per hektare tanaman aren. Namun, dia mengaku belum mencatat jumlah pasti populasi tanaman yang digunakan dalam perhitungan tersebut.



