Purbaya Sebut Kebijakan Berbasis Riset Kunci Stabilitas Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kementeriannya akan memperkuat penyusunan kebijakan berbasis bukti melalui kolaborasi riset dengan perguruan tinggi.
Purbaya menjelaskan, melalui Center for Public Finance Research, peneliti akan berkolaborasi dengan unit-unit di Kementerian Keuangan untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akurat dan kredibel.
“Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang adaptif, sehingga APBN mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko global,” kata Purbaya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia Tahun 2026 di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.
Ia mencatat pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen dengan inflasi sebesar 3,08 persen. Menurutnya, stabilitas tersebut didukung oleh surplus perdagangan dan cadangan devisa yang memadai.
“Pendapatan negara menunjukkan peningkatan signifikan sementara belanja negara dipercepat untuk mendukung aktivitas ekonomi,” tambah Purbaya. Ia mengklaim defisit APBN tetap terjaga pada level yang aman, memastikan kesehatan fiskal nasional.
APBN Tahun 2026 difokuskan untuk mendukung agenda prioritas pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan dan energi serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Berbagai program tersebut diarahkan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.





