Pemerintah Susun Rencana Jangka Pendek untuk Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Pemerintah Indonesia bersama DPR RI, Bank Indonesia, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), serta beberapa kementerian dan BUMN menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat stabilitas makroekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.
Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menyatakan fokus pembahasan terletak pada strategi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi serta merespons tantangan yang muncul baru-baru ini. “Pada hari ini Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mengadakan rapat koordinasi untuk pertumbuhan ekonomi, sekaligus juga rapat untuk mitigasi beberapa hal yang terjadi belakangan ini,” ucap Dasco dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).
Rapat dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Deputi Gubernur Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, pimpinan DPR, anggota Komisi XI, Kementerian ESDM, serta Pertamina dan Pertagas. “Rapat koordinasi dihadiri oleh Dewan Ekonomi Nasional yang memberikan paparan tentang pertumbuhan ekonomi dan masukan-masukan lain,” tambahnya.
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menekankan bahwa menjaga stabilitas makroekonomi merupakan prioritas utama, terutama di tengah ketidakpastian global dan dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi dan daya beli masyarakat. “Kesepakatan yang tercapai adalah bahwa yang terpenting ialah menjaga stabilitas makroekonomi dalam jangka pendek,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan bahwa rapat membahas langkah-langkah kebijakan fiskal dan moneter yang perlu diambil, serta pentingnya koordinasi keduanya untuk respons yang efektif terhadap perkembangan ekonomi. “Pembahasan berjalan dengan baik dan saya rasa ini merupakan forum yang baik untuk melakukan tukar pikiran di antara kita semua,” ucapnya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan bahwa koordinasi lintas lembaga merupakan upaya pemerintah untuk menyusun kebijakan ekonomi secara komprehensif, mencakup aspek makro, fiskal, hingga sektor riil. “Salah satu isu yang turut dibahas adalah pemenuhan kebutuhan gas bagi industri sebagai bagian dari upaya menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi nasional,” ucap Prasetyo.
“Kita berharap koordinasi ini dapat terus kita tingkatkan untuk memastikan perekonomian nasional dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan,” pungkas Prasetyo.





