Harga Pupuk Turun Jadi Bukti Prabowo Peduli Pertanian

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, memaparkan sejumlah kebijakan yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung kesejahteraan petani. Kebijakan tersebut meliputi penurunan harga pupuk subsidi, penyederhanaan distribusi pupuk, bantuan alat dan mesin pertanian, serta peningkatan harga pembelian gabah.
“Kebijakan ini telah berdampak positif pada kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” kata Qodari. Keseriusan pemerintah pada sektor pertanian kembali ditegaskan melalui kehadiran Presiden Prabowo di puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan ke-17 di Kabupaten Gorontalo pada 24 Juni 2026.
“Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara puncak pada 24 Juni 2026, menegaskan komitmen dan keberpihakan pemerintah kepada petani yang merupakan tulang punggung kedaulatan pangan nasional,” ujar Qodari dalam keterangan resmi. Ia menjelaskan, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pupuk subsidi dengan menambah kuota hingga dua kali lipat menjadi 9,5 juta ton.
Selain itu, pemerintah memangkas rantai birokrasi agar pupuk lebih cepat diterima oleh petani. Melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025, penyaluran pupuk kini dilakukan langsung dari PT Pupuk kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) atau koperasi untuk diteruskan kepada petani. Proses penebusan pupuk kini lebih sederhana, cukup dengan menunjukkan KTP, dan sistem penyaluran yang terintegrasi digital menjamin transparansi.
Pemerintah juga menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen sejak Oktober 2025. Harga pupuk urea yang semula Rp2.250 per kilogram kini menjadi Rp1.800 per kilogram, sedangkan pupuk NPK turun dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram. Selain itu, pemerintah kembali memberikan pupuk subsidi bagi sektor perikanan sebanyak 295.000 ton setelah sempat dihentikan selama empat tahun.





