2.087 KPM PKH Klaten Graduasi dari Program Bansos Tahun Ini

Jakarta, Maret.id — Sebanyak 2.087 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dinyatakan berhasil graduasi dari program bantuan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pendamping PKH, dan sektor swasta dalam mengatasi kemiskinan. “Ini adalah bukti bagaimana kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan swasta, bergotong-royong untuk bisa memutus transmisi kemiskinan,” kata Agus Jabo.
Menurut Agus Jabo, 2.087 KPM yang sebelumnya mendapat bantuan sosial kini telah berdaya dan mandiri. Capaian ini menunjukkan bahwa program perlindungan sosial tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong penerima manfaat untuk keluar dari kemiskinan. “Di Klaten kita bisa menggraduasi 2.087 Keluarga Penerima Manfaat yang selama ini menerima bansos. Mereka bisa hijrah, berdaya, dan mandiri,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto melalui Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 telah memberikan mandat kepada Kementerian Sosial untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, bantuan sosial diarahkan sebagai instrumen sementara menuju kemandirian masyarakat.
Agus Jabo menambahkan bahwa pemerintah ingin masyarakat tidak hanya sebagai penerima bantuan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan melalui berbagai program pemberdayaan. “Pak Presiden tidak mau hanya berhenti di bansos. Beliau ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa mandiri, bisa berdaya,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi para penerima manfaat yang telah berhasil keluar dari lingkaran kemiskinan. Agus Jabo menekankan bahwa mereka layak menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati universitas kehidupan rakyat yang sangat keras. Kalian menjadi sosok guru kehidupan keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai para KPM yang lulus graduasi merupakan pionir bagi penerima bantuan sosial lainnya. Ia berharap keberhasilan ini dapat memotivasi semakin banyak keluarga untuk mandiri secara ekonomi. “Hari ini bukan akhir daripada ibu diwisuda. Tetapi merupakan awal kesuksesan,” ucap Luthfi.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Klaten pada 2025 turun sebesar 1,05 persen. Namun, sekitar 129.680 jiwa masih dikategorikan miskin di 26 kecamatan, 391 desa, dan 10 kelurahan. Ia berharap graduasi ribuan KPM dapat mendorong penerima bantuan lainnya untuk meningkatkan taraf hidup.
“Bahwa hidup tidak hanya sekadar mendapatkan bantuan, tetapi bagaimana bantuan itu menjadi awal menuju kehidupan yang lebih baik sehingga bisa graduasi dan lebih sejahtera,” katanya.
Selain mewisuda 2.087 KPM PKH, Agus Jabo juga secara simbolis menyerahkan bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) kepada lima penerima manfaat, yang masing-masing memperoleh bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi.



