Nasional

69.874 Turis Asing Masuk Jabar Menggunakan Kereta Whoosh

Jakarta, Maret.id — Kereta Cepat Whoosh telah menjadi daya tarik baru bagi wisatawan mancanegara di Jawa Barat. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat sebanyak 69.874 warga negara asing (WNA) masuk ke provinsi tersebut melalui layanan kereta cepat.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa pada Mei 2026, jumlah kedatangan WNA melalui Stasiun Whoosh mencapai 17.523 kunjungan. Jumlah ini menunjukkan peningkatan 27,32 persen dibandingkan bulan sebelumnya. “Selama periode Januari—Mei 2026, tercatat akumulasi sebanyak 69.874 kedatangan WNA ke Jawa Barat melalui Stasiun Whoosh,” kata Ari.

Sementara itu, BPS mencatat bahwa kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Kertajati pada Mei 2026 mencapai 241 kunjungan, tumbuh 11,06 persen secara bulanan. Wisatawan tersebut didominasi oleh warga negara Singapura sebesar 48,96 persen, diikuti Malaysia sebesar 12,45 persen.

Pergerakan wisatawan nusantara juga mengalami peningkatan. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara di Jawa Barat mencapai 19,52 juta perjalanan. Total akumulasi dari Januari hingga Mei 2026 menjadi 93,45 juta perjalanan, meningkat 5,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kabupaten Bogor masih menjadi destinasi favorit dengan pangsa 15,70 persen dari total perjalanan wisnus, diikuti oleh Kota Bandung yang menyumbangkan 10,88 persen. Meningkatnya mobilitas wisatawan berdampak positif pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik 1,95 poin menjadi 48,21 persen, dengan Kabupaten Purwakarta mencatatkan TPK tertinggi sebesar 66,83 persen.

Di sektor hotel nonbintang, TPK juga meningkat 2,18 poin menjadi 26,19 persen. Pergerakan pengguna Kereta Cepat Whoosh meningkat 5,23 persen. Sementara itu, penumpang kereta api konvensional bertambah 6,95 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, Bandara Kertajati mencatat lonjakan signifikan pada angkutan udara internasional, meningkat 93,98 persen secara bulanan. Kenaikan ini dipicu oleh musim pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat. “Lonjakan drastis pada rute penerbangan luar negeri ini disebabkan oleh momentum pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat melalui Bandara Kertajati,” ujar Ari.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button