Perbaikan Jembatan Enang

Jakarta, Maret.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melakukan penanganan secara bertahap pada Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah. Menteri PU Dody Hanggodo menekankan komitmen kementerian dalam menangani infrastruktur yang terdampak guna menjaga konektivitas masyarakat serta keselamatan.
Dody menyatakan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor kunci dalam efektivitas setiap tahap penanganan. Berdasarkan evaluasi teknis, kondisi struktur jembatan dan tanah di sekitar lokasi yang masih labil memerlukan langkah penanganan bertahap.
Sebagai langkah awal, BPJN Aceh telah menyelesaikan pemasangan perkuatan sementara (shoring) pada struktur jembatan. “Dengan selesainya perkuatan tersebut, Jembatan Enang-Enang sudah dapat difungsikan secara terbatas,” ucap Zulkarnaini, Plt. Kepala BPJN Aceh.
Jembatan kini dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat dengan muatan maksimal lima ton pada siang hari. Namun, kendaraan berat dan angkutan umum masih dibatasi untuk menjaga keselamatan. “Untuk roda dua, roda empat, dan pejalan kaki insyaallah sudah bisa dilalui, namun untuk kendaraan bermuatan besar seperti truk masih belum bisa,” sambung Zulkarnaini.
Selama masa penanganan darurat, BPJN Aceh berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dan Dinas terkait untuk mendukung rekayasa lalu lintas. Jalan Werlah juga dioptimalkan sebagai jalur alternatif. Pemerintah Kabupaten telah mengusulkan pelebaran Jalan Werlah melalui Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas.





