Kepala BPOM Taruna Ikrar Tegaskan Keamanan Terapi Inovatif

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., menekankan pentingnya mempercepat akses masyarakat terhadap terapi inovatif dengan tetap mengutamakan keamanan dan kualitas produk.
Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara regulator dan industri kesehatan menjadi faktor kunci dalam menghadirkan inovasi pengobatan yang memenuhi standar yang ketat. “Regulator dan industri merupakan mantra strategis yang memiliki tujuan bersama untuk memastikan ketersediaan produk kesehatan yang aman, berkhasiat, dan bermutu bagi masyarakat,” kata Taruna.
Kunjungan delegasi BPOM ke National Distribution Center (NDC) PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) di Cikarang baru-baru ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Dalam kesempatan ini, APL memperlihatkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang diimplementasikannya sebagai pelopor di industri kesehatan.
Delegasi mengevaluasi fasilitas distribusi yang telah memenuhi standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Mereka juga meninjau perkembangan sistem barcode 2D yang diterapkan APL sesuai ketentuan BPOM.
Selain itu, kunjungan tersebut menyoroti fasilitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang mendukung transisi ke penggunaan energi yang lebih bersih. Untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga lingkungan, kegiatan penanaman pohon juga dilakukan selama kunjungan tersebut.
Christophe Piganiol, Presiden Direktur APL, menyatakan bahwa kolaborasi antara regulator dan industri sangat penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang terpercaya. “Kami terus berkomitmen untuk menjalankan keunggulan operasional sekaligus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional kami,” ucapnya.
Kegiatan ini mencerminkan langkah afirmatif APL dan BPOM dalam menghadirkan solusi kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.





