Nasional

Menkes: Tunggu Dua Pekan, Penyebab Kematian Dokter Dijelaskan

Jakarta, Maret.id — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan Kementerian Kesehatan sedang mengusut kematian Adrian Rantung, dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Investigasi ini ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan.

“Kami sudah mengirim tim ke sana. Investigasinya ditargetkan rampung dalam dua pekan dan kami juga bekerja sama dengan Polda. Tunggu saja hasilnya,” kata Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 8 Juli 2026.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa proses investigasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab kematian Adrian. Ini termasuk menelusuri dugaan adanya perundungan selama menjalani pendidikan dokter spesialis.

Kasus ini muncul setelah Adrian tidak hadir menjalani tugas jaga di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, Sulawesi Utara. Rekan-rekannya kemudian mencari dan menemukan Adrian telah meninggal di kamar kosnya pada Minggu, 5 Juli 2026.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa Adrian merupakan peserta PPDS Anestesi semester awal. Beberapa pihak menduga bahwa Adrian mengalami perundungan selama pendidikan.

Namun, hingga saat ini, penyebab pasti kematian dan keterkaitan dugaan tersebut masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan investigasi Kementerian Kesehatan. Kementerian Kesehatan juga menggandeng Polda Sulawesi Utara untuk mengumpulkan fakta dan mendalami informasi yang ada.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memastikan proses penanganan kasus berlangsung secara objektif, transparan, dan akuntabel. Kasus meninggalnya Adrian kembali menyoroti kondisi lingkungan pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan, intimidasi, atau perundungan dalam pendidikan tenaga kesehatan. Setiap peserta didik harus memperoleh lingkungan belajar yang aman dan bermartabat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button