Nasional

Bahlil: 56 Persen Solar Nasional Sudah Menggunakan B50 Campuran

Jakarta, Maret.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa program Biodiesel 50 (B50) bukan hanya sekadar kombinasi antara bahan bakar fosil dan nabati.

Ia menekankan bahwa keputusan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mendorong kemandirian sumber daya Indonesia. “B50 adalah perpaduan antara keberanian mengambil keputusan, keberpihakan kepada rakyat, dan keyakinan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas sumber dayanya sendiri,” kata Bahlil saat peluncuran program B50 di Karawang, Kamis, 9 Juli 2026.

Pelaksanaan B50 akan berlangsung melalui masa transisi selama dua bulan. Sekitar 56 persen dari total konsumsi solar nasional saat ini sudah menggunakan B50, dan pengguna B40 akan beralih secara bertahap hingga seluruhnya menggunakan B50. “Transisi dua bulan saja. Sekarang itu sudah dipakai 56 persen dari total solar yang sudah jalan,” ujar Bahlil.

Ia menambahkan, “Jadi nanti dua bulan B40-nya habis, dua bulan transisi, semuanya sudah pakai B50.”

Bahlil, yang juga Ketua Umum Partai Golkar, mengungkapkan adanya surplus dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dalam tiga bulan terakhir. Menurutnya, surplus ini terjadi karena harga bahan bakar berbasis fosil (B0) lebih tinggi, sehingga dana insentif biodiesel tidak terserap secara maksimal.

Ia menegaskan pentingnya momentum ini bagi pemerintah untuk memastikan kebijakan energi berpihak kepada masyarakat, khususnya petani dan nelayan. “Tadi saya bilang kepada Bapak Presiden, kita ini sangat sayang kepada petani dan nelayan. Jangan kita membuat petani dan nelayan itu harganya mahal,” jelasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button