Nasional

Wapres Tinjau Revitalisasi Pasar Induk untuk Ekonomi Rakyat

Jakarta, Maret.id — Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan tinjauan terhadap hasil revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi di Jalan Susuit Tubun, Kepatihan, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat, 10 Juli 2026.

Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan identitas budaya daerah. Wapres memastikan pasar rakyat dikelola secara modern agar mampu menggerakkan perekonomian lokal, tanpa mengabaikan nilai sejarah kawasan.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran menegaskan bahwa pembangunan pasar tidak hanya berhenti pada pembaruan fisik, tetapi juga harus diikuti oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel. Hal ini merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pemerataan pembangunan di daerah.

Wapres menekankan pentingnya penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan pasar rakyat, UMKM, dan sektor-sektor produktif. Revitalisasi pasar diharapkan dapat meningkatkan daya saing pedagang serta memperluas aktivitas ekonomi daerah.

Kegiatan revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi dimulai pada 8 Oktober 2024 dan berakhir pada 31 Desember 2025. Program ini ditujukan untuk menata aktivitas perdagangan dan mengembangkan kawasan heritage sebagai atraksi wisata perkotaan.

Dalam paparan kepada Wapres, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur I Gusti Agung Ariwibawa menjelaskan bahwa revitalisasi pasar dilakukan untuk menambah kapasitas dan memperbaiki kualitas sarana perdagangan. “Bangunan pasar dikembangkan menjadi 2 lantai dengan daya tampung kios dan los sekitar 798 unit,” jelasnya.

Pembangunan juga dirancang untuk menjaga nilai sejarah kawasan dengan mempertahankan elemen-elemen bangunan lama yang berharga bagi masyarakat Banyuwangi. “Bagian depan [pasar] ada tulisan Pasar Banyuwangi, ini adalah bangunan diduga cagar budaya, sehingga kami pertahankan seperti semula,” ungkapnya.

Desain pasar telah mengadopsi unsur arsitektur lokal khas Banyuwangi. Hal ini memastikan bahwa fungsi ekonomi berjalan beriringan dengan pelestarian identitas budaya daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button