Peneliti BRIN Siti Zuhro: Indonesia Terancam Jatuh 2 Cm

Jakarta, Maret.id — Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Siti Zuhro, melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan di Indonesia. Ia menilai, saat ini tidak ada refleksi yang memadai mengenai kondisi perekonomian dan politik yang semakin memburuk.
“Kita jangan bermanis-manis saja, sudah di pinggir jurang ohhh gak ada apa-apa. Masih oke, kita masih selamat,” ucap Siti. Ia menekankan bahwa pernyataan-pernyataan yang meremehkan situasi kritis bangsa menunjukkan kurangnya kebijaksanaan.
Ia juga menyindir pihak-pihak yang terus mengklaim bahwa Indonesia baik-baik saja, padahal kondisi nyata menunjukkan sebaliknya. “Negara besar tidak runtuh karena kekurangan sumber daya, tetapi karena kehilangan arah,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Siti juga menyoroti adanya budaya “pekewoh” dalam politik, yang disifatkannya sebagai ketidakberanian untuk mengkritik atau menegur demi menjaga hubungan sosial. “Saat ini kita kehilangan arah, kehilangan keteladanan, dan keberanian melakukan koreksi,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum diskusi bertajuk “Menakar Akurasi Laporan The Economist: Apakah Indonesia Menuju Jurang?” yang diadakan oleh Universitas Paramadina dan Universitas Harkat Negeri di Jakarta.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa sikap pasif dalam pemerintahan akan berbahaya. Politisi harus memiliki keberanian untuk mengingatkan dan memperbaiki arah kebijakan yang mulai menjauh dari kepentingan rakyat, demikian ujarnya.
Siti Zuhro, yang juga dikenal sebagai ahli dalam desentralisasi dan reformasi birokrasi, menyelesaikan pendidikan S1 di FISIP UNEJ dan meraih gelar MA serta Ph.D. dalam Ilmu Politik dari universitas di Australia. Ia menjadi suara penting dalam diskursus politik nasional dan otonomi daerah di Indonesia.





