Nasional

Prabowo Bentuk 81 Ribu Koperasi Merah Putih Bebaskan Petani

Jakarta, Maret.id — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pembentukan 81 ribu Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan sebagai langkah strategis pemerintah.

Ia menjelaskan, program ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat, terutama petani, terhadap rentenir yang selama ini membebani kehidupan mereka.

“Rakyat kita harus bisa mendapat kesempatan pinjam uang dengan bunga yang murah. Jawabannya adalah harus ada koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Republik Indonesia,” kata Prabowo di Hari Koperasi, Minggu, 12 Juli 2026.

Prabowo menambahkan bahwa desa dan kelurahan di Indonesia berjumlah 81.000, sesuai dengan jumlah koperasi yang dibentuk.

Ia juga menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya, seperti percepatan swasembada pangan, peningkatan harga pembelian gabah, dan perbaikan kebijakan pupuk.

Namun, laporan yang diterimanya menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan petani tidak selalu berdampak signifikan, karena sering kali mereka terpaksa menghabiskan hasilnya untuk membayar utang.

“Waktu saya jadi presiden, kita kebut swasembada pangan. Kita turunkan harga pupuk, kita naikkan harga pembelian gabah. Tapi saya dapat laporan, ‘Pak percuma Pak hasil mereka naik’,” ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa petani membutuhkan dana selama masa tanam hingga panen yang berlangsung sekitar 100 hari.

Selama periode tersebut, berbagai kebutuhan mendesak, seperti biaya sekolah anak dan pengobatan, sering membuat mereka terpaksa meminjam uang dari rentenir dengan bunga sangat tinggi.

“Dia pinjam uang dari lintah darat, dari mereka-mereka yang memberi bunga kadang-kadang 1 persen sehari. Ini mematikan,” ujar Prabowo.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan pemerintah menghapus utang jutaan petani yang dinilai tidak mampu membayarnya.

“Karena itu salah satu kebijakan saya pertama, mungkin dalam bulan-bulan pertama, saya hapuskan utang jutaan petani yang mereka tidak mampu bayar,” tegasnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button