Nasional

Kisah Ai Juariah, PMI Cianjur Korban Penganiayaan di Libya

Jakarta, Maret.id — Ai Juariah, pekerja migran Indonesia (PMI) berusia 48 tahun asal Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akhirnya tiba kembali di Tanah Air. Pemulangan ini berlangsung setelah ia viral di media sosial dengan permohonan bantuan dari Libya.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menyatakan bahwa proses pemulangan tersebut menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli.

“Mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, khususnya KBRI Tripoli, atas koordinasi yang intensif,” kata Mukhtarudin.

Ia menambahkan bahwa langkah-langkah perlindungan yang diambil memastikan Ai Juariah kembali ke Tanah Air dengan selamat pada tanggal 12 Juli 2026.

“Dalam situasi keamanan dan tantangan operasional di Libya, koordinasi yang solid menjadi kunci sehingga proses perlindungan dan pemulangan dapat berjalan baik,” ucap Menteri Mukhtarudin.

Kasus Ai Juariah menarik perhatian publik setelah video dirinya beredar luas, meminta pertolongan dari Libya. Dalam video tersebut, Ai terlihat mengalami luka di wajah dan memohon bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk dipulangkan.

Menurut informasi yang dihimpun, Ai Juariah berangkat ke Libya melalui jalur nonprosedural, menjadikannya rentan menghadapi berbagai masalah di negara tujuan.

Menindaklanjuti situasi ini, Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Tripoli melakukan langkah-langkah perlindungan serta berkoordinasi dengan Kementerian P2MI dan instansi terkait hingga akhirnya pemulangan terlaksana.

Setibanya di Indonesia, Ai langsung mendapatkan pendampingan dari Kementerian P2MI melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button