Nasional

BNPP RI TEGASKAN Program Peningkatan 15.000 RTLH Harus Tepat Sasaran untuk Warga Perbatasan!

JAKARTA, Maret.id — Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, baru-baru ini melakukan peninjauan langsung ke beberapa rumah yang diusulkan sebagai penerima Program Bantuan Peningkatan Kualitas 15.000 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan perbatasan. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026, dan bertujuan untuk memastikan bahwa program ini benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Fokus pada Keluarga yang Memerlukan

Dalam peninjauan ini, Makhruzi mengunjungi rumah milik Yulian Hani, seorang warga Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang terletak di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste. Yulian tinggal bersama suami dan anaknya di hunian dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Rumah mereka belum memiliki dinding permanen, pintu, maupun jendela, dan untuk beristirahat, keluarga ini hanya mengandalkan tempat tidur kayu sederhana dan tikar. Atap rumah yang terbuat dari dahan pepohonan membuat mereka semakin rentan terhadap cuaca ekstrem.

Komitmen BNPP Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup

Setelah melihat langsung kondisi tersebut, Komjen Pol. Makhruzi menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan adalah wujud komitmen BNPP dalam mengawasi pelaksanaan program RTLH, terutama di wilayah perbatasan. Ia menekankan pentingnya verifikasi faktual agar penerima bantuan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. “Kami ingin memastikan sendiri kondisi rumah warga yang diusulkan. Dari hasil peninjauan, rumah ini memang memenuhi kriteria dan layak untuk dilakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujarnya.

Program 15.000 RTLH merupakan salah satu langkah strategis dari pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah perbatasan, yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk infrastruktur dasar. Pemerintah berkomitmen agar program ini dapat segera direalisasikan dengan baik. “Kami berharap, program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang sangat membutuhkan,” tambahnya.

Harapan dari Warga

Yulian Hani mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah yang datang langsung melihat kondisi tempat tinggalnya. Sebagai petani sayuran dengan penghasilan terbatas, ia kerap kesulitan melindungi keluarganya dari hujan dan cuaca ekstrem. “Saya senang dan berterima kasih atas kedatangan Bapak. Mudah-mudahan rumah kami bisa segera diperbaiki,” tuturnya dengan penuh harap.

Pemerintah berharap dengan program ini, kualitas hidup masyarakat perbatasan dapat meningkat secara signifikan. Peninjauan ini menjadi salah satu langkah awal dalam memastikan pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran dan efektif. Masyarakat pun berharap agar bantuan yang dijanjikan segera terealisasi, sehingga mereka bisa hidup dalam kondisi yang lebih layak.

Penutup

Dengan adanya program ini, diharapkan akan terjadi revolusi dalam kualitas hidup masyarakat perbatasan di Indonesia. Melalui keberpihakan pemerintah dan dukungan masyarakat, tantangan infrastruktur yang selama ini dihadapi dapat teratasi. Masyarakat perbatasan menanti dengan penuh harap akan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button