Ratusan Santri Tembus Istana Kepresidenan Sampaikan Aspirasi

Jakarta, Maret.id — Suasana di Istana Kepresidenan Jakarta semakin hidup saat ratusan santri melakukan kunjungan. Mereka merasakan langsung atmosfer gedung yang menjadi pusat kebijakan negara.
Melalui program “Istana untuk Anak Sekolah”, Kementerian Agama (Kemenag) berkolaborasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) memberikan akses istimewa bagi para santri. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, di mana 250 santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Al-Wathoniah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah diberi kesempatan untuk melihat lebih dekat proses pemerintahan Republik Indonesia.
Direktur Pondok Pesantren Kemenag RI, Basnang Said, yang mendampingi para santri, menjelaskan pentingnya program ini. “Program ini memiliki nilai afirmatif dan strategis yang sangat besar,” ucap Basnang Said. Ia menambahkan, “Kemenag dan Mensesneg ingin mendobrak sekat yang membuat santri merasa jauh dari lingkungan Istana Kepresidenan.”
Bagi Basnang, kunjungan ini bukan hanya momen sejarawi, tetapi juga sebagai pemantik mimpi besar bagi generasi masa depan. “Pesantren punya sejarah panjang dalam mendirikan dan mempertahankan republik ini. Hari ini, kita ingin menanamkan rasa memiliki yang kuat,” ujarnya.
Ia juga berharap agar santri-satri tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga ada yang kelak menjadi pemimpin dan pembuat kebijakan. “Kita ingin menumbuhkan motivasi mereka, agar di masa depan ada santri-santri yang hadir di Istana ini sebagai pemimpin,” lanjutnya.
Selama kunjungan, para santri menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mendengarkan paparan interaktif tentang tugas kelembagaan dan nilai kepemimpinan nasional. Kepala Biro Humas Kemensetneg, Faisal Fahmi, menyampaikan, “Kami menyambut baik kedatangan santri pondok pesantren. Semoga kedatangan mereka membawa keberkahan dan inspirasi baru dalam kepemimpinan.”
Melalui momen bersejarah ini, diharapkan pesantren dapat terus melahirkan generasi emas yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas dan siap menjadi motor penggerak masa depan bangsa.





