Harga Emas Capai 4.000 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Mempengaruhi Pasar

Jakarta, Maret.id — Harga emas dunia mengalami penguatan signifikan dengan menembus level psikologis 4.000 Dolar AS per ons pada perdagangan yang berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026. Kenaikan harga logam mulia ini dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Menurut laporan BCA Sekuritas, harga emas spot mengalami kenaikan sebesar 0,51 persen, tercatat di angka 4.003,35 Dolar AS per ons. Selain itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga menunjukkan kenaikan sebesar 0,16 persen menjadi 3.998,20 Dolar AS.
“Harga emas spot meningkat 0,16 persen menjadi 4.003,35 Dolar AS per ons. Di tempat lain, harga perak spot menurun sebanyak 0,07 persen menjadi 55,47 Dolar AS per ons, dan platinum turun 2,19 persen menjadi 1.593 Dolar AS,” ucap laporan tersebut pada Jumat, 17 Juli 2026.
Sebelumnya, Analis Riset Senior IndusInd Securities Jigar Trivedi menyatakan bahwa kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga emas. “Harga emas menurun karena serangan yang meningkat di Timur Tengah terus mendorong harga minyak naik tajam minggu ini, menjaga kekhawatiran tentang inflasi tetap ada,” jelas Trivedi.
Sementara itu, Analis Pasar Senior OANDA, Kelvin Wong menambahkan bahwa kenaikan harga minyak mentah global turut menjadi faktor penting dalam pelemahan harga emas. Kenaikan tersebut berpotensi memicu kekhawatiran inflasi dan suku bunga yang lebih tinggi.
“Trump terus mempertahankan blokade kapal yang mengalir keluar dari Selat Hormuz, menyebabkan harga minyak naik dan emas berada di bawah tekanan,” paparnya.
Walaupun ada tekanan, Analis Vantage Markets, Hebe Chen, percaya bahwa harga emas masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Dia menilai bahwa meredanya konflik di sekitar Selat Hormuz dapat membuka peluang baru bagi harga emas.





