Nasional

Hadapi Puncak Musim Kemarau 2026, Kemenhut Cegah Karhutla

Jakarta, Maret.id — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan menjelang puncak musim kemarau 2026. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran akibat cuaca kering.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiagakan 180 personel Manggala Agni di tiga Daerah Operasional (Daops), yaitu Tanah Bumbu, Banjarbaru, dan Tanah Laut. “Para personel bertugas melakukan patroli rutin, pemantauan titik panas, pemadaman dini, serta edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla,” kata Thomas.

Hingga 16 Juli 2026, Manggala Agni telah melaksanakan 107 operasi pemadaman di Kalimantan Selatan, dengan area yang berhasil ditangani seluas 321,04 hektare. Saat ini, operasi pemadaman masih berlangsung di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarbaru. Pengecekan hotspot juga dilakukan di Kabupaten Tanah Laut dan Kotabaru.

Secara nasional, Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hutan dan lahan selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare. Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas karhutla terbesar, diikuti Riau, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua Selatan. Di Kalimantan Selatan, luas karhutla selama periode yang sama tercatat 383,07 hektare, meliputi 29,44 hektare lahan gambut dan 353,63 hektare lahan mineral.

Pemantauan juga mendeteksi 177 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi. Kondisi kualitas udara di Kalimantan Selatan hingga pertengahan Juli masih relatif terkendali.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button