Kabar Penting untuk Calon Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Jakarta, Maret.id — Calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang berencana bekerja di Korea Selatan, terutama di Provinsi Gyeongnam, perlu memperhatikan perkembangan terbaru. Peluang penempatan tenaga kerja ke kawasan tersebut belum menunjukkan peningkatan yang signifikan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di Korea Selatan.
Kondisi ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, dalam pertemuannya dengan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Gyeongnam, Hwang Geuk Jae, di Jakarta. “Pertemuan tadi merupakan tindak lanjut komunikasi yang telah dibangun dengan Pemerintah Provinsi Gyeongnam,” kata Christina, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan untuk mengupdate perkembangan rencana kerja sama serta peluang penempatan pekerja migran Indonesia di masa mendatang. “Karena ada pergantian kepala kantor perwakilan di Jakarta, kami ingin mengetahui perkembangan terbaru rencana kerja sama dan peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke depan,” sambungnya.
Dari informasi yang diterima, perlambatan ekonomi masih terjadi di Gyeongnam, di mana aktivitas industri belum sepenuhnya pulih. “Kondisi ini memengaruhi peluang penempatan pekerja migran Indonesia ke Gyeongnam,” tegas politisi Partai Golkar ini.
Christina juga menambahkan bahwa skema Visa Metropolitan, yang sebelumnya diharapkan menjadi jalur penempatan pekerja migran Indonesia di sektor shipbuilding di Gyeongnam, masih belum bisa diterapkan. “Saat ini, program tersebut tengah dievaluasi oleh Kementerian Kehakiman Republik Korea sebagai otoritas yang berwenang menerbitkan visa bagi pekerja asing,” ungkapnya.
Selama proses evaluasi berlangsung, program untuk sementara ditangguhkan. “Kami memahami kondisi ini dan akan terus mengikuti setiap perkembangannya,” jelas Christina.





